Prabowo: Pramono Anung Dukung Giant Sea Wall Teluk Jakarta
Kamis, 12 Juni 2025 | 21:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, telah menyatakan dukungan penuh terhadap proyek giant sea wall atau tanggul laut raksasa di kawasan Teluk Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menutup acara International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Kamis (12/6/2025).
Meskipun Gubernur Pramono tidak hadir dalam acara tersebut, Prabowo memastikan komunikasi antara pemerintah pusat dan Pemprov Jakarta telah dilakukan sebelumnya.
"Saya sudah bertemu beberapa hari lalu, dan saya kirim utusan untuk memastikan, apakah gubernur mendukung proyek ini atau tidak. Jawabannya mendukung. Alhamdulillah," ujar Prabowo.
Presiden Prabowo menjelaskan proyek giant sea wall akan membentang sepanjang 500 kilometer, dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, dengan estimasi biaya mencapai US$ 80 miliar atau sekitar Rp 1.300 triliun. Untuk wilayah Teluk Jakarta sendiri, proyek ini diperkirakan membutuhkan anggaran antara US$ 8 hingga US$ 10 miliar (sekitar Rp 130 triliun hingga Rp 162 triliun), dengan waktu pengerjaan selama 8 hingga 10 tahun.
Teluk Jakarta menjadi prioritas utama dalam proyek ini karena wilayah tersebut menghadapi ancaman serius akibat banjir rob dan penurunan muka tanah yang berdampak langsung pada kehidupan warga.
"Karena APBD Jakarta sangat besar, saya bilang Jakarta harus ikut urunan. Pemerintah pusat juga urunan. Jadi kalau biayanya US$ 8 miliar dan dikerjakan selama 8 tahun, maka US$ 1 miliar per tahun. Menteri Keuangan (Sri Mulyani) sudah kelihatan tegang. Tenang Bu, menyumbang setengah, pemerintah pusat setengah, karena ini sebenarnya untuk Jakarta," kata Prabowo disambut tawa hadirin.
Menurut Prabowo, proyek giant sea wall ini sangat penting dan strategis, serta tidak bisa lagi ditunda karena menyangkut keselamatan masyarakat pesisir utara Pulau Jawa. Selain Jakarta, daerah lain seperti Semarang, Pekalongan, dan Brebes juga masuk dalam daftar prioritas pembangunan tanggul laut tersebut.
Meski terbuka untuk kerja sama dengan pihak internasional, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan menunggu keterlibatan asing untuk memulai proyek ini. Pemerintah akan mengandalkan kekuatan dalam negeri melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
"Ini adalah proyek yang harus kita laksanakan. Kita terbuka terhadap partisipasi perusahaan dari Tiongkok, Jepang, Korea, Eropa, hingga Timur Tengah. Namun kita tidak menunggu. Kita akan mulai dengan kekuatan kita sendiri," tutup Prabowo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




