Sarjana Jadi PPSU di Jakarta demi Nafkahi Keluarga
Rabu, 16 Juli 2025 | 13:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Fenomena sarjana menjadi PPSU di Jakarta menjadi potret kerasnya dunia kerja yang kian kompetitif. Di tengah sulitnya mendapatkan pekerjaan sesuai bidang pendidikan, sejumlah lulusan perguruan tinggi memilih menjadi petugas prasarana dan sarana umum (PPSU) di Jakarta demi menafkahi keluarga.
Dengan mengenakan pakaian oranye terang dan membawa sapu, Indra Setiawan, lulusan Sarjana Informatika, dan Rendi Septiadi, lulusan Sarjana Ilmu Keguruan dan Pendidikan, menjalani tugas mereka sebagai anggota PPSU di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Tak banyak yang tahu bahwa keduanya merupakan lulusan S-1 dari salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Tingkat pendidikan tinggi tidak selalu sejalan dengan kesempatan kerja yang tersedia.
Bagi para sarjana ini, menjadi PPSU adalah jalan untuk bertahan hidup dengan tetap menjaga harga diri melalui kerja keras.
Rendi Septiadi, yang sudah bekerja sebagai PPSU selama 2 tahun 6 bulan, mengaku tidak pernah merasa malu.
“Tidak ada rasa malu menjadi petugas PPSU. Justru lebih malu kalau tidak punya pekerjaan. Ini pekerjaan halal untuk mencukupi kebutuhan hidup bersama keluarga,” ujar Rendi saat ditemui di Kelurahan Rawa Buaya, Rabu (16/7/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa sang istri mendukung penuh pilihannya. Meski sempat disindir teman-teman kuliah karena menjadi PPSU, Rendi tetap bangga.
“Selama pekerjaan ini halal dan bisa mencukupi keluarga, apa salahnya?” tegasnya.
Sementara itu, Indra Setiawan, yang telah tujuh tahun menjadi PPSU, mengaku sempat ditentang oleh keluarganya saat pertama kali memilih pekerjaan ini.
“Saat melamar dan diterima sebagai PPSU, keluarga dan istri saya awalnya tidak setuju. Namun, setelah saya jelaskan alasannya, akhirnya mereka mengerti,” ungkap Indra.
Data dari Kelurahan Rawa Buaya mencatat ada tujuh petugas PPSU yang merupakan lulusan sarjana dengan latar belakang pendidikan S-1 dari berbagai jurusan.
Lurah Rawa Buaya, Junaidi, mengatakan ketujuh PPSU sarjana tersebut bekerja secara profesional dan menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya.
“Mereka tidak merasa jijik terjun ke lapangan untuk membersihkan lingkungan. Ini menjadi motivasi bahwa pendidikan tinggi tidak menghalangi seseorang untuk bekerja sebagai PPSU,” kata Junaidi.
Sebagai informasi, upah PPSU di Jakarta berkisar antara Rp 4,6 juta hingga Rp 5 juta per bulan. Meski jauh dari cita-cita semula, pekerjaan ini dianggap sebagai pilihan realistis di tengah sulitnya mencari pekerjaan formal di Ibu Kota.
Fenomena lulusan sarjana jadi PPSU mencerminkan tantangan serius di sektor ketenagakerjaan Indonesia, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja yang sepadan dengan latar belakang pendidikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




