Warga Khawatir Beras Oplosan: Kayak Nasi Penjara
Jumat, 18 Juli 2025 | 16:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan ada ratusan beras oplosan premium yang beredar di tengah masyarakat. Beredarnya isu beras oplosan ini membuat masyarakat khawatir hingga merasa dirugikan.
Indah, salah satu warga yang biasa membeli beras di Pasar Palmerah mengungkapkan dirinya cukup khawatir dengan isu beras oplosan yang beredar. Menurutnya, kualitas beras yang didapat jadi menurun sehingga ia merasa dirugikan.
“Sebenarnya khawatir juga ya, karena kita sebagai masyarakat yang membutuhkan beras sehari-hari. Biasanya kalau dicampur begitu juga merugikan karena kualitasnya jadi enggak bagus. Nasinya juga jadi kurang enak,” kata Indah kepada Beritasatu.com di Pasar Palmerah, Jakarta Selatan, Jumat (18/7/2025).
Indah juga mengungkapkan dirinya pernah merasakan beras oplosan premium. Berdasarkan pengalamannya rasanya jadi kurang enak dan susah ditelan.
“Sangat disayangkan banget kalau memang rasanya jadi kurang enak ditelannya, seret jadi agak-agak keras. Mohon maaf kayak nasi penjara,” ungkap Indah.
Senada, Nurul seorang ibu rumah tangga yang juga sedang berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Palmerah juga mengaku khawatir dengan isu beras premium oplosan yang beredar.
Ia mengaku penurunan kadar gizi dari beras yang dioplos justru akan menimbulkan penyakit. “Menurut saya beras oplosan sangat mengkhawatirkan sekali ya. Kita namanya beli beras makan nasi penginnya sehat ya apalagi kalau dioplos nanti banyak penyakit juga,” tuturnya.
Masyarakat pun berharap agar pihak terkait dapat meninjau kembali peredaran beras di tengah masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa terdapat 212 produsen beras yang terbukti melanggar standar mutu, kualitas, dan volume.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




