Situasi Mako Brimob Kwitang Kondusif Sore Ini, Lalu Lintas Lancar
Senin, 1 September 2025 | 16:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Situasi di depan Markas Komando (Mako) Brimob, Kwitang, Senen, Jakarta terpantau kondusif pada Senin (1/9/2025).
Pantauan di media sosial terlihat tidak ada lagi barisan TNI maupun Brimob yang berjaga di jalan utama. Arus kendaraan pun sudah kembali lancar.
Sejumlah pekerja penanganan prasarana dan sarana umum) atau sering dijuluki pasukan oranye tampak sedang membersihkan jalanan, sementara pedagang minuman keliling mulai berjualan di sekitar lokasi.
Meski begitu, satu unit kendaraan taktis Brimob masih terparkir di depan gerbang Mako Brimob. Beberapa anggota terlihat berjaga di pos masuk, memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Sebelumnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di seluruh wilayah saat ini dalam keadaan terkendali pasca rentetan aksi anarkis beberapa hari lalu.
“Situasi saat ini kondusif. Di Jakarta, Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya melaksanakan patroli skala besar,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Jakarta, Senin (1/9/2025).
Menurut Trunoyudo, Polri terus mengedepankan berbagai upaya, baik melalui pendekatan preemtif, langkah preventif, hingga penegakan hukum untuk memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman.
“Secara nasional, hal ini terus dilakukan. Situasi sudah kondusif. Aktivitas masyarakat kembali normal, yang bekerja sudah bisa kembali beraktivitas,” katanya menegaskan.
Selain itu, ia juga mengingatkan publik untuk selalu berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di tengah masyarakat.
“Setiap kabar yang diterima harus disaring lebih dahulu, lihat sumbernya. Peran media sangat penting untuk menjernihkan informasi yang berkembang,” imbuhnya.
Sebelumnya, pada Minggu (31/8/2025), Kodam Jaya menurunkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) untuk patroli mengelilingi sejumlah titik rawan di Jakarta.
Patroli dimulai dari kawasan Monas, kemudian berlanjut ke lokasi-lokasi yang sebelumnya menjadi titik unjuk rasa, seperti Semanggi dan Senayan.
Para prajurit saat itu mengenakan rompi antipeluru tetapi tidak dibekali senjata api maupun senjata tajam, dengan tujuan menjaga situasi tetap aman tanpa memicu ketegangan di lapangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




