Mako Brimob Kwitang Gelap Gulita, Massa Dibubarkan dengan Gas Air Mata
Minggu, 31 Agustus 2025 | 00:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Suasana di kawasan Markas Komando (Mako) Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat gelap gulita dan massa makin memanas, Sabtu (30/8/2025) malam. Ribuan pendemo masih bertahan di lokasi meski adanya pemadaman listrik.
Listrik padam tidak hanya terjadi di area sekitar Mako Brimob, tetapi juga merembet ke beberapa titik penting, mulai dari kawasan Tugu Tani hingga flyover Senen sisi selatan. Kondisi gelap ini menambah ketegangan, terlebih massa masih bertahan dan terus melakukan berbagai aksi di sekitar lokasi.
Di tengah kegelapan, massa sempat mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Pusaka. Nyanyian tersebut menggema di sepanjang Jalan Kramat Kwitang dan menjadi penanda massa belum berniat membubarkan diri.
Tak lama berselang, sejumlah orang dari kerumunan terlihat menyalakan petasan dan kembang api yang kemudian diarahkan ke kawasan markas Brimob.
Situasi kian tegang ketika massa mulai bergerak mendekati gerbang Mako Brimob. Aparat kepolisian yang berjaga langsung merespons dengan menembakkan gas air mata untuk menghalau pergerakan tersebut.
Suara tembakan gas air mata terdengar jelas dari dalam kawasan markas, memecah kegelapan malam dan kepadatan massa yang memenuhi jalanan.
Baca Juga: Bentrok di Mako Brimob Kwitang Kembali Pecah, Massa Tembus Barisan TNI
Tembakan gas air mata juga sempat dilepaskan aparat untuk membubarkan kerumunan selepas magrib tadi. Kala itu, suara teriakan dan nyanyian massa terdengar lantang, namun setelah rentetan tembakan gas air mata, volume suara massa perlahan mereda.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Mako Brimob Kwitang masih belum kondusif. Massa belum menunjukkan tanda-tanda akan membubarkan diri, sementara aparat gabungan dari Polri dan TNI terus bersiaga untuk mengantisipasi potensi eskalasi lanjutan.
Kondisi pemadaman listrik yang terjadi di kawasan ini juga belum diketahui penyebab pastinya. Namun, gelapnya jalan dan sekitar bangunan markas Brimob membuat situasi semakin mencekam, terutama karena arus massa yang terus berdatangan dari berbagai arah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




