Siswa SMAN 72 Hari Ini Jalani PJJ dan Trauma Healing Pascaledakan
Senin, 10 November 2025 | 10:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - SMA Negeri 72 Jakarta tampak sepi aktivitas belajar pada Senin (10/11/2025) pagi. Tidak ada kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah pascainsiden ledakan di area masjid akhir pekan lalu.
Pantauan Beritasatu.com di lokasi terlihat sejumlah aparat TNI Angkatan Udara berjaga ketat di pintu gerbang. Nampak, hanya aparat keamanan serta petugas terkait yang diperbolehkan masuk.
Diketahui mulai hari ini Senin (10/11/2025), kegiatan pembelajaran bagi seluruh siswa dialihkan menjadi pendidikan jarak jauh (PJJ) sebagai bagian dari masa pemulihan. Proses pendampingan psikologis atau trauma healing juga dimulai hari ini dan berlangsung secara bertahap untuk seluruh siswa dan tenaga pendidik.
Sebelumnya, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini menekankan pentingnya penanganan psikologis yang cepat sesuai amanat perlindungan anak, termasuk bagi mereka yang terdampak secara langsung ataupun tidak.
“Pendampingan psikologis ini penting karena sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 59A, proses pemberian bantuan, baik medis maupun psikologis, harus dilakukan secara cepat,” ujar Diyah kepada awak media ditemui pada Minggu (9/11/2025) di SMA 72 Jakarta.
Ia menjelaskan total sekitar 780 siswa akan menjalani trauma healing, sementara pendampingan untuk guru juga berlangsung bertahap. Sejumlah guru telah mendapatkan sesi awal sejak akhir pekan, dan sisanya akan dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan.
“Total ada sekitar 780 siswa yang akan mendapat pendampingan psikologis. Semua harus mendapatkan pendampingan, termasuk guru. Sebanyak 17 guru sudah lebih dulu mendapatkan sesi pendampingan, sisanya masih ada 42 guru yang akan mendapatkan pendampingan,” bebernya.
Pembelajaran daring direncanakan berlangsung selama tiga hingga empat hari untuk memberi ruang pemulihan bagi para siswa. Setelah periode tersebut, pihak sekolah bersama KPAI dan instansi terkait akan mengevaluasi kesiapan siswa sebelum memutuskan pelaksanaan pembelajaran tatap muka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




