Pelaku Ledakan SMAN 72 Diperiksa, Polisi Dalami Motif dan Psikologis
Selasa, 2 Desember 2025 | 15:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta, yang berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH), telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Senin (1/12/2025). Pemeriksaan dilakukan setelah kondisi kesehatan pelaku dinyatakan stabil oleh tim medis yang merawatnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan penyidik telah meminta keterangan dari pelaku. “Alhamdulillah kondisinya sudah membaik, dan sudah dimintai keterangan kemarin, Senin (1/12/2025),” ujar Budi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (2/12/2025).
Proses pemeriksaan tidak dilakukan secara tunggal. Pelaku mendapat pendampingan menyeluruh dari berbagai pihak, sesuai ketentuan penanganan hukum terhadap anak.
Hadir dalam pemeriksaan tersebut keluarga, kuasa hukum, petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dinas PPPA, serta tim dari Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor).
Pelibatan banyak lembaga ini dimaksudkan untuk memastikan pemenuhan hak-hak pelaku sebagai anak dan memberikan gambaran utuh mengenai kondisi psikologis serta latar belakang perilakunya.
Meski demikian, Budi menyampaikan hasil pemeriksaan belum dapat dipublikasikan. Menurutnya, sejumlah aspek masih harus didalami penyidik, salah satunya terkait kemungkinan motif yang mendorong pelaku melakukan aksi tersebut. “Sabar ya, hasilnya belum. Namun, yang didalami tentu termasuk motifnya,” kata Budi.
Pemeriksaan dilakukan setelah pelaku dipulangkan dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Ia sebelumnya menjalani perawatan medis dan evaluasi psikologis pasca-insiden. Saat ini, pelaku ditempatkan di sebuah rumah aman (safe house) untuk menjalani perawatan psikologis lanjutan dan memastikan lingkungan yang kondusif selama proses hukum berjalan.
Baca Juga: Berkaca Ledakan SMAN 72, Game Anak di Surabaya Mulai Diawasi Ketat
Ledakan di lingkungan sekolah terjadi pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB, tepat saat ratusan siswa dan guru melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid SMAN 72 Jakarta.
Berdasarkan keterangan saksi, ledakan pertama terdengar ketika khotbah berlangsung, disusul dentuman kedua yang berasal dari titik berbeda di dalam area masjid. Kepanikan sempat melanda jamaah yang berusaha menyelamatkan diri dari lokasi.
Insiden tersebut mengakibatkan 96 orang mengalami luka-luka, mulai dari luka ringan akibat serpihan hingga gangguan pendengaran akibat gelombang tekanan ledakan. Para korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Penyelidikan awal mengarah pada seorang siswa di sekolah tersebut sebagai terduga pelaku. Informasi yang berkembang menunjukkan bahwa pelaku sebelumnya diduga mengalami perundungan (bullying) dari sejumlah teman sebayanya.
Dugaan ini kini menjadi salah satu fokus pendalaman penyidik dan tim psikologi forensik untuk memahami latar belakang emosional maupun psikologis yang mungkin turut mempengaruhi tindakannya.
Selain itu, polisi menemukan dua benda menyerupai airsoft gun dan revolver di lokasi kejadian. Setelah diperiksa laboratorium forensik, keduanya dipastikan merupakan senjata mainan atau replika, sehingga tidak berperan langsung dalam memicu ledakan.
Hingga kini, penyidik Polda Metro Jaya masih terus mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa barang bukti, serta menunggu hasil analisis mendalam dari tim psikologi forensik.
Motif dan penyebab pasti ledakan di SMAN 72 Jakarta masih dalam proses pendalaman. Polisi menegaskan bahwa perkembangan terbaru akan disampaikan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dan hasil analisis dapat dipastikan secara akurat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




