Polisi: Kondisi ABH Mulai Pulih, meski Belum Stabil
Jumat, 28 November 2025 | 16:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya melaporkan perkembangan terbaru terkait kondisi anak berkonflik dengan hukum (ABH) yang diduga menjadi pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. Kondisi kesehatan ABH kini berangsur pulih, meski pemulihan psikologinya masih membutuhkan waktu sebelum penyidik dapat meminta keterangan secara menyeluruh.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan ABH telah menunjukkan respons positif terhadap perawatan medis. Namun secara psikis, tim dokter dan psikolog menilai kondisinya belum sepenuhnya stabil.
“Per hari ini, kondisi ABH sudah berangsur pulih secara medis. Namun, secara psikis memang masih perlu waktu agar benar-benar stabil,” ujar Budi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/11/2025).
Polda Metro telah melakukan rapat koordinasi dengan KPAI, Dinas Sosial DKI Jakarta, UPT P3A, Apsifor, tenaga medis, psikolog, dan pengelola rumah aman untuk memastikan pemeriksaan ABH sesuai standar perlindungan anak.
“Kami menentukan waktu yang tepat untuk menggali informasi dari ABH. Pendekatannya harus sangat hati-hati,” jelas Budi.
Pada 21 November 2025, dokter menyatakan ABH belum dapat dimintai keterangan karena kondisinya masih labil, seperti sering terdiam dan kesulitan berbicara dengan konsisten.
Sementara itu, penyelidikan tetap berjalan dengan memeriksa keluarga, saksi-saksi lain, hasil laboratorium forensik, serta keterangan medis. Pemeriksaan ABH akan segera dilanjutkan begitu tim medis memberikan persetujuan, dengan pendampingan dari Bapas, Dinas Sosial, dan KPAI.
Polda Metro juga memantau kondisi empat korban ledakan yang masih dirawat di rumah sakit. Mayoritas sudah menunjukkan perbaikan. “Diharapkan minggu ini mereka dapat kembali ke rumah. Namun, ada satu pasien yang mendapat perhatian khusus dan dirujuk ke RSCM,” ujar Budi.
Kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 telah kembali normal. Meski begitu, tim trauma healing dari kepolisian dan tenaga profesional masih memberikan pendampingan intensif bagi para siswa, keluarga, dan korban.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




