Polisi Temukan Petunjuk Penting dari Laptop Pelaku Ledakan SMAN 72
Jumat, 21 November 2025 | 17:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Polisi mengungkap temuan penting terkait dugaan keterlibatan seorang anak berkonflik dengan hukum (ABH) dalam insiden ledakan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Salah satu informasi kunci berasal dari pengakuan pelaku kepada orang tuanya sebelum ia menjalani pemeriksaan lebih mendalam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut, pelaku sempat mengatakan laptop yang biasa digunakan mengalami kerusakan.
“Menurut keterangan orang tuanya, si ABH ini menyampaikan bahwa laptopnya rusak. Informasi itu sedang kami dalami,” ujar Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (21/11/2025).
Laptop tersebut kini telah diamankan dan menjadi salah satu barang bukti utama dalam investigasi.
Penyidik Polda Metro Jaya akan melakukan analisis digital lengkap terhadap laptop tersebut. Pemeriksaan meliputi riwayat situs dan forum yang diakses, pencarian terkait materi berbahaya, potensi komunikasi daring, serta jejak aktivitas yang dapat membantu mengungkap persiapan insiden.
Analisis ini diharapkan memberi gambaran tentang pola perilaku digital pelaku dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Selain investigasi digital, polisi juga menyoroti kondisi kesehatan pelaku. ABH tersebut mengalami luka akibat ledakan dan masih menjalani perawatan intensif.
Kombes Budi Hermanto menjelaskan, pelaku baru melepaskan selang makan beberapa hari lalu dan masih mengeluhkan mual serta pusing.
“Kondisinya belum memungkinkan. Dia masih bingung dan hanya bisa berbicara sebentar-sebentar,” jelasnya.
Tim medis dan psikolog terus memantau agar pemeriksaan tidak mengganggu proses pemulihan.
Investigasi juga melibatkan Densus 88 Antiteror yang menemukan bahwa pelaku kerap mengakses komunitas daring berisi konten kekerasan ekstrem. Beberapa aktivitas daring bahkan terpantau berada di situs gelap atau dark web.
Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana mengatakan, pelaku mengakses materi visual ekstrem yang tidak lazim bagi remaja.
Kepala BNPT Komjen Eddy Hartono menambahkan, pelaku diduga mengikuti komunitas bernama True Crime Community (TCC) grup yang membahas kisah kriminal nyata, metode kejahatan, hingga analisis perilaku pelaku.
“Dari hasil penelusuran, pelaku mengikuti grup TCC. Anggota bisa meniru ide atau perilaku dari kasus yang dibahas,” ujarnya.
Keterlibatan pelaku dengan grup tersebut saat ini menjadi fokus tambahan aparat untuk menilai apakah komunitas tersebut berperan memicu tindakan pelaku.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




