Keluarga Kira Pelaku Ledakan SMAN 72 Beli Peledak untuk Ekstrakurikuler
Jumat, 21 November 2025 | 19:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyebut pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta, ABH membeli bahan peledak secara online. Bahkan, katanya peledak sempat di simpan di dalam rumah dan dikira keluarga sebagai barang kebutuhan kegiatan ekstrakurikuler.
“Dari keterangan awal orang dekat dari ABH, peledak di-order online. Pada saat barang tersebut sampai di rumah, disimpan oleh keluarga dengan alasan barang tersebut untuk extrakurikuler sekolah,” papar ungkap Budi Hermanto di depan lobi gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (21/11/2025).
Sehingga, Budi menerangkan, saat barang datang ke rumah tidak ada kecurigaan dari orang tua ataupun kakak pelaku. “Namun, bagaimana ABH membeli bahan berikut, masih dalam proses penyelidikan via penyidik, karena perlu kita ketahui ABH belum bisa untuk diwawancarai dan diminta keterangan secara mendalam,” katanya.
Dia menambahkan, saat ini kepolisian juga masih menanti kondisi fisik dan psikis ABH pulih untuk bisa dilakukan pemeriksaan. Lebih lanjut, Budi menyatakan, ABH tidak terafiliasi dengan jaringan teror.
“Ini murni atas inisiatif perbuatan ABH. tetapi dengan adanya rilis kemarin dari BNPT, Kemenkomdigi, dan Densus 88, penyidik juga tidak berhenti, penyidik juga terus melakukan pendalaman, pencocokan informasi dan data apakah mungkin menemukan karena sudah hasil digital forensik juga sudah keluar,” jelasnya.
Saat ini kepolisian juga masih menanti hasil analisis tersebut. Sembari menanti hasil tersebut, Budi menyebut Polres Metro Jakarta Utara bersama masyarakat setempat tengah melakukan pembersihan di area TKP, termasuk karpet, bekas darah, bekas ledakan untuk menghindari adanya trauma bagi para siswa.
Menurutnya, pemulihan trauma para korban, murid, dan para tenaga pengajar juga perlu menjadi perhatian.
“Termasuk pendampingan psikologis dari Biro SDM Polda Metro dan Mabes Polri ini selalu melekat sampai dengan dinyatakan secara psikis anak-anak ini tidak mengalami trauma. Proses belajar mengajar sudah berjalan sesuai dengan kondisi normal,” tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




