ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Omzet Pedagang Pernak-pernik Imlek di Glodok Tembus Rp 10 Juta

Minggu, 15 Februari 2026 | 14:07 WIB
SW
BW
Penulis: Stefani Wijaya | Editor: BW
Kawasan Glodok dipadati warga jelang Imlek 2577. Beragam pernak-pernik, lampion, hingga angpao diburu pembeli dan wisatawan, Minggu 15 Februari 2026.
Kawasan Glodok dipadati warga jelang Imlek 2577. Beragam pernak-pernik, lampion, hingga angpao diburu pembeli dan wisatawan, Minggu 15 Februari 2026. (Beritasatu.com/Stefani Wijaya)

Jakarta, Beritasatu.com — Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577, kawasan Glodok di Jakarta Barat dipenuhi pedagang musiman yang menjajakan berbagai pernak-pernik khas Imlek dengan dominasi warna merah yang mencolok.

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana makin semarak dengan lampion yang digantung berderet, amplop angpao, serta aneka dekorasi khas perayaan yang menarik perhatian warga untuk berbelanja.

Salah seorang pedagang, Sundasri, mengaku jumlah pembeli tahun ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebutkan, pada masa ramai penjualan, omzet harian bahkan dapat menembus angka Rp 10 juta.

“Kalau sedang ramai, apalagi ada pembelian borongan, omzet bisa di atas Rp 10 juta per hari. Namun, kalau sepi, biasanya di bawah Rp 5 juta,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (15/2/2026).

ADVERTISEMENT

Sundasri telah berjualan pernak-pernik Imlek di kawasan tersebut selama 3 tahun terakhir. Ia menawarkan berbagai jenis dekorasi dengan harga beragam, mulai Rp 15.000 untuk gantungan sederhana hingga patung hias yang dijual hingga Rp 650.000 per unit.

Namun, kondisi berbeda dirasakan pedagang lain, Alamsah, yang telah berjualan di kawasan tersebut selama lebih dari satu dekade. Ia mengaku penjualan tahun ini justru mengalami penurunan tajam.

Menurutnya, larangan parkir di sepanjang kawasan perdagangan menjadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah pembeli yang datang.

“Sekarang kendaraan tidak boleh parkir di pinggir jalan. Dahulu masih diperbolehkan, jadi pembeli lebih mudah datang. Sekarang omzet pedagang di sekitar gedung Glodok menurun,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, Alamsah mengaku kini hanya mampu memperoleh omzet sekitar Rp 1 juta per hari, jauh menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai Rp 6 juta per hari.

Meski demikian, suasana perdagangan menjelang Imlek tetap menjadi momen penting bagi para pedagang untuk meraih keuntungan sekaligus meramaikan tradisi belanja khas masyarakat menjelang Tahun Baru Tionghoa.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Glodok Semarak Pernak-pernik Kuda Api Jelang Imlek 2026

Glodok Semarak Pernak-pernik Kuda Api Jelang Imlek 2026

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon