ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kecelakaan Bekasi Picu Bang Doel Evaluasi Pelintasan KA di Jakarta

Rabu, 29 April 2026 | 16:57 WIB
RP
MA
Penulis: Reza Hery Pamungkas | Editor: MA
Ilustrasi pelintasan sebidang tanpa palang maupun penjagaan yang dilintasi KRL commuter line.
Ilustrasi pelintasan sebidang tanpa palang maupun penjagaan yang dilintasi KRL commuter line. (Antara/Maria Sofia Nasution)

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menegaskan perlunya evaluasi pelintasan sebidang kereta api di wilayah Jakarta guna mencegah terulangnya kecelakaan, seperti yang terjadi di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).

Rano atau kerap disapa Bang Doel menyebut masih terdapat sejumlah pelintasan sebidang yang tidak dilengkapi palang pintu. Meski demikian, menurutnya, beberapa titik tersebut tetap dijaga oleh petugas.

"Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak tertutup, tetapi minimal ada yang jaga. Namun, ini bagian yang harus kami evaluasi. Mudah-mudahan, tidak terjadi lagi kecelakaan," kata Rano di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah (Sekda) Jakarta Afan Adriansyah menegaskan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dalam membangun jalan layang (flyover) di Jalan Latumenten, Jakarta Barat.

"Ini adalah (proyek menggunakan anggaran) multiyears (tahun jamak) yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga, dan sudah dimulai pada akhir tahun 2025, dan akan dituntaskan pada tahun ini," ujar Afan.

Selain proyek di Latumenten, Pemprov Jakarta juga membangun flyover di Bintaro Puspita yang telah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Pembangunan flyover Latumenten dilakukan di sisi timur dan barat jalan, dengan panjang sisi barat 440,86 meter dan lebar (right of way/ROW) 11 meter, serta panjang sisi timur 439,23 meter dengan ROW 10 meter.

Adapun flyover Bintaro Puspita direncanakan memiliki panjang 441 meter dengan ROW 9 meter. Proyek ini ditujukan untuk mengatasi kemacetan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di pelintasan kereta api kawasan Bintaro.

Pembangunan jalan layang tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menata pelintasan kereta api dengan memindahkan pelintasan sebidang atau liar yang dinilai rawan kecelakaan.

Pada sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat telah menutup 40 titik pelintasan liar sepanjang 2025 sebagai upaya menekan angka kecelakaan.

KAI juga mencatat, selama periode Januari hingga Desember 2025 terjadi 237 insiden tabrakan yang melibatkan kereta api. Dari jumlah tersebut, 55 kejadian melibatkan kendaraan, 177 kejadian melibatkan orang, dan sisanya melibatkan hewan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon