ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Fraksi PKB DPR Optimistis Aparat Keamanan Tangkap Aktor Intelektual Aksi Teror

Kamis, 1 April 2021 | 14:06 WIB
MS
CP
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: PAAT
Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Ahmad Syamsurijal.
Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Ahmad Syamsurijal. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR optimistis aparat keamanan akan menangkap aktor intelektual aksi teror yang terjadi belakangan ini. Masyarakat diharapkan dapat tetap tenang, dan tidak takut.

"Aparat Densus 88 Mabes Polri maupun BNPT, dan pihak keamanan akan segera bisa mengusut tuntas jaringan yang bermain sekaligus menangkap aktor intelektual dari serangan teror, termasuk ke Mabes Polri," kata Ketua Fraksi PKB DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Cucun menuturkan sehari usai kejadian bom bunuh diri di kompleks gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Polri berhasil melacak keberadaan terduga teroris. Tak hanya itu, materi yang bisa dirakit menjadi bom berdaya ledak tinggi, berhasil ditemukan.

"Kami minta masyarakat tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanggulangan terorisme ini kepada pihak berwajib. Penting juga bagi masyarakat untuk melakukan deteksi dini, khususnya terhadap penyebaran nilai yang mengarah pada radikalisme dan terorisme," ujar Cucun.

ADVERTISEMENT

Menurut anggota Komisi III DPR tersebut, aksi teror tidak bisa dilepaskan dari kesalahpahaman pelaku dalam memaknai ajaran agama. Karena itu, sinergisitas aparat Polri dan masyarakat akan menjadi kunci pencegahan serangan susulan.

"Mereka rata-rata memaknai ajaran agama dengan tafsir kekerasan yang kaku dan intoleran. Oleh karena itu kita semua perlu bersama-sama mengembangkan ajaran agama yang mengedepankan prinsip wasatiah sehingga tidak mudah mengafirkan dan menghalalkan darah orang lain," ucap Cucun.

Cucun menambahkan, serangan di kompleks Mabes Polri, Rabu (31/3/2021), merupakan muara dari proses indoktrinasi para pentolan teroris.

"Aksi serangan teroris seperti bom bunuh diri di gereja Katedral maupun serangan ke Mabes Polri hanya muara dari proses indoktrinasi para pentolan teroris yang secara terorganisir para eksekutor di lapangan," kata Cucun.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trauma Operasi Aparat, Warga 3 Kampung di Tambrauw Mengungsi ke Hutan

Trauma Operasi Aparat, Warga 3 Kampung di Tambrauw Mengungsi ke Hutan

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon