Munarman Dicokok Densus Antiteror, Polri: Terkait Jaringan Makassar
Selasa, 27 April 2021 | 18:02 WIB
Jakarta, Beritasatu.com— Densus Antiteror menciduk Munarman di kediamannya, di kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Pengacara Rizieq Syihab itu dibekuk karena kasus teror.
"Salah satunya karena kaitan dengan kasus Makassar," " kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (27/4/2021).
Munarman disangka menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.
Nama Munarman memang masuk dalam radar polisi karena salah satunya diungkap melalui pengakuan AA—salah satu dari 19 tersangka teroris yang di bekuk di Makasar—pada Februari lalu.
Saat itu AA menyatakan pernah terjadi baiat dukungan kepada ISIS yang dilakukan di bekas markas daerah laskar FPI di Jalan Sungai Limboto.
Saat itu hadir Munarman, Ustaz Basri, dan Ustaz Fauzan Al Anshari. Dua nama terakhir telah meninggal dunia karena sakit.
Namun saat itu Munarman menyebut kalau pengakuan itu hanya kerjaan para buzzer. Eks pengacara FPI Azis Yanuar juga menambahkan bila pengakuan AA ini bohong dan tidak ada acara baiat dukungan kepada ISIS.
Yang ada adalah diskusi umum terkait kondisi perpolitikan dunia secara global. Munarman, Basri, dan Fauzan duduk sebagai pembicara.
Namun jaringan Makassar terus di dalami polisi. Apalagi setelah bom bunuh diri meledak di Gereja Katedral, Makassar.
Pelakunya belakangan terungkap aadalah L dan YSF yang merupakan bagian dari Jamaah Ansharu Daulah (JAD) yang sering membuat kajian di perumahan Vila Mutiara Makassar yang dulu dipimpin mendiang Basri.
Dan kini Munarman yang ditangkap.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




