Harga Emas Terkoreksi Setelah Data Ekonomi AS Perkuat Dolar
Jumat, 23 Desember 2022 | 07:31 WIB
Chicago, Beritasatu.com - Harga emas berbalik negatif pada perdagangan Kamis (22/12/2022) setelah data ekonomi AS menunjukkan ekonomi pulih lebih cepat dari perkiraan, sehingga dolar menguat dan berpotensi menempatkan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga lebih tajam untuk melawan inflasi.
Emas di pasar spot turun 1,3% menjadi US$ 1.791,47 per ons, sementara harga emas berjangka AS turun 1,4% menjadi US$ 1.799,4.
Klaim baru tunjangan pengangguran meningkat kurang dari yang diharapkan minggu lalu di Amerika Serikat, sementara ekonomi pulih lebih cepat pada kuartal ketiga, naik 3,2% dari perkiraan sebelumnya 2,9%.
"Angka-angka ekonomi yang kami lihat menunjukkan bahwa kemungkinan besar akan ada kenaikan suku bunga lebih lama," kata CEO Circle Squared Alternative Investments, Jeffrey Sica.
Indeks dolar AS naik tipis sehingga membuat logam mulia sedikit lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Harga emas berada di jalur penurunan tahunan kedua berturut-turut. Emas turun lebih US$ 250 sejak masuk level tertinggi Maret karena bank sentral menaikkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi.
Emas dipandang sebagai lindung nilai inflasi. Kenaikan suku bunga mengurangi daya tariknya.
Adapun harga perak di pasar spot turun 1,8% menjadi US$ 23,54 per ons, platinum ambles 2,2% menjadi US$ 976,54, dan paladium turun hampir 1% menjadi US$ 1.675,65.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




