Kemenkeu: Ada Kemungkinan Pertumbuhan Ekonomi 2023 Tidak Sesuai Target
Rabu, 28 Desember 2022 | 13:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi 2023 akan dijaga tetap kuat, meski dihadapkan pada risiko ketidakpastian global yang masih meningkat. Down side risk seperti melambatnya ekspor, inflasi, dan gejolak nilai tukar dapat membuat target pertumbuhan ekonomi 2023 meleset.
"Dari kebijakan yang dirancang untuk optimis dan waspada, kita lihat dalam asumsi APBN 2023, salah satunya, pertumbuhan ekonomi walaupun ada down side risk, maka mungkin pertumbuhan ekonomi (2023), mungkin akan lebih rendah dari itu. Tapi kami upayakan untuk capai target 5,3%," ucap Analis Kebijakan Ahli Madya Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, BKF, Rahadian Zulfandi dalam diskusi virtual, Rabu (28/12/2022).
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia, berdasarkan sejumlah proyeksi lembaga internasional masih akan berada di kisaran 4,7%-5,1%. Proyeksi ini cukup baik dibandingkan proyeksi pertumbuhan ekonomi sejumlah negara dan global yang diprediksi akan melambat.
Menurut Rahadian ada sejumlah faktor yang membuat pemerintah tetap optimistis akan kinerja ekonomi domestik di tahun depan. Pertama, kasus pandemi yang melandai dan terus membaik, serta pelonggaran restriksi sosial. Kemudian exposure Indonesia terhadap eksternal dinilai relatif moderat.
"Kondisi global gak mendukung (pengaruhi) ekonomi Indonesia yang relatif tertutup, sehingga tidak terlalu kena eksposur ke eksternal. Jadi kami masih melihat sumber pertumbuhan ekonomi dari konsumsi dalam negeri," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




