Sri Mulyani Waspadai Inflasi Pangan Melesat saat Ramadan
Rabu, 22 Februari 2023 | 17:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Inflasi khususnya pada komponen harga pangan bergejolak atau volatile food, menjadi salah satu fokus kewaspadaan pemerintah menjelang momentum bulan Ramadan. Pemerintah menargetkan inflasi bisa berada pada kisaran 3 plus minus 1% di tahun 2023.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah harus melakukan langkah antisipasi sebab pada bulan Maret dan April biasanya terjadi faktor musiman yaitu bulan Ramadan dan hari raya Lebaran. Pasalnya, momentum tersebut terjadi kenaikan permintaan dan mobilitas masyarakat juga melonjak.
"Kita mewaspadai dengan perkembangan harga pangan ini terutama mulai masuk bulan ramadan dan menjelang hari raya, jadi ini menjadi faktor yang sekarang diperhatikan pemerintah yaitu volatile food yang sekarang masih di level 5,7%," ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (22/2/2023).
Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah bersama Bank Indonesia (B) bekerja sama dalam menjaga kestabilan inflasi. Pemerintah telah menugaskan Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) agar pengendalian inflasi bisa dilakukan secara sinergis dari pemerintah pusat hingga daerah.
"Kerja sama antara pemerintah dan bi dan berbagai jenjang pemerintah pusat dan daerah melalui tim pengendali inflasi ini mampu mengendalikan inflasi indonesia pada level yang relatif moderate dibandingkan negara-negara maju, 5,28% yoy, atau kenaikan 0,34%," tandas Sri Mulyani.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah dan BI menyepakati lima langkah strategis untuk konsisten menjaga inflasi dalam kisaran 3,0% plus minus 1% pada tahun 2023.
"Hal yang dilakukan untuk mencapai target 3 plus minus 1% di tahun 2023 adalah memperkuat kebijakan dan menjaga stabilitas makroekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata Airlangga.
Lima langkah strategis ditempuh melalui penguatan koordinasi di tingkat pusat dan daerah adalah memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Kemudian menjaga inflasi komponen volatile food, utamanya pada masa Hari Besar Keagamaan Nasional sehingga berada dalam kisaran 3,0% sampai 5,0%.
Selanjutnya, memperkuat ketahanan pangan domestik melalui akselerasi implementasi program lumbung pangan dan perluasan kerja sama antardaerah.
Mmemperkuat ketersediaan data pangan untuk mendukung perumusan kebijakan pengendalian inflasi; dan memperkuat sinergi komunikasi untuk mendukung pengelolaan ekspektasi inflasi masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




