ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Core Indonesia: Inflasi Terjaga, Daya Saing Industri Naik

Kamis, 2 Maret 2023 | 09:33 WIB
AK
FH
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FER
Ilustrasi inflasi.
Ilustrasi inflasi. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memprediksi kondisi inflasi yang relatif rendah dan stabil, mendorong kemampuan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.

Peneliti Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, saat konsumsi rumah tangga meningkat maka pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh optimal.

"Setidaknya pemerintah bisa menjaga daya beli masyarakat terutama kelompok menengah ke bawah, sehingga harapannya konsumsi rumah tangga dalam komponen pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh di level potensialnya," ucap Yusuf Rendy Manilet, di Jakarta, Rabu (1/3/2023).

ADVERTISEMENT

Mengutip data BPS inflasi bulan ke bulan pada Februari 2023 mencapai 0,16 persen. Sementara itu inflasi year on year (yoy) sebesar 5,47 persen dari tingkat inflasi year to date (ytd) Februari 2023 sebesar 0,50 persen. Kelompok pengeluaran yang mendorong inflasi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Yusuf mengatakan, inflasi pada tahun 2022 lalu terjadi karena ketidakpastian di ekonomi global. Sedangkan pada tahun 2023 initensi dari ketidakpastian tersebut, diproyeksikan akan jauh lebih rendah. Kondisi itu juga terbukti dengan beberapa harga komoditas yang sudah melandai dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu.

"Asumsinya, jika kondisi ini bisa dipertahankan sampai dengan tahun depan, saya kira target inflasi di kisaran 3 persen plus minus 1 persen bisa dicapai. Apalagi, belum ada tanda-tanda ada kebijakan pemerintah yang akan meningkatkan inflasi, beda dengan tahun lalu dimana kenaikan tarif PPN dan BBM menjadi faktor tambahan kenaikan inflasi," jelasnya.

Menurut Yusuf, dengan angka inflasi yang rendah, juga memperkecil naiknya angka garis kemiskinan yang menjadi dasar perhitungan dari tingkat penduduk miskin. Sedangkan untuk tingkat pengangguran, dengan tingkat inflasi yang rendah, bisa menjaga daya saing industri.

"Karena harga stabil tidak perlu mendorong meningkatkan HPP(Harga Pokok Penjualan) dari suatu produk yang diproduksi, hanya memang kalau pengangguran, ada faktor yang lain yang perlu dilihat," kata Yusuf.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

EKONOMI
BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

EKONOMI
Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

EKONOMI
BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon