AVPN: Negara Asia Pasifik Butuh Dana US$ 1,5 Triliun Capai Target SDGs
Senin, 19 Juni 2023 | 23:03 WIB
Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) memperkirakan, negara-negara di kawasan Asia Pasifik akan membutuhkan dana sekitar US$ 1,5 triliun per tahun untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Chief Executive Officer AVPN, Naina Subberwal Batra mengatakan, negara-negara di Asia Pasifik diperkirakan akan mencapai SDGs pada tahun 2065. Oleh karena itu, diperlukan pembiayaan campuran atau blended finance agar dapat mencapai sejumlah indikator dalam SDGs.
"Jika kita melanjutkan pembangunan saat ini, akan memakan waktu 35 tahun lagi, jadi 2065 sebelum negara-negara di Asia Pasifik mencapai SDGs. Tidak hanya akan memakan waktu 35 tahun lagi, akan dibutuhkan sekitar US$ 1,5 triliun bagi kita untuk mencapainya," ucap Naina dalam media briefing di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Malaysia, Senin (19/6/2023).
Salah satu hal yang disorot dalam pencapaian SDGs adalah kesetaraan gender. Untuk mencapai kesetaraan gender di Asia Pasifik dibutuhkan biaya sekitar US$ 4,5 miliar atau 12% dari produk domestik bruto (PDB) kolektif tahunan.
"Selain itu, kondisi pandemi Covid-19 telah memperbesar kesenjangan gender yang sudah ada sebelumnya," imbuhnya.
Naina mengatakan, sekitar 50% penduduk dunia berada di wilaya Asia Pasifik. Namun, sekitar 70% dari 1,3 miliar orang yang hidup dalam kemiskinan adalah perempuan.
"Oleh karena itu, kesetaraan gender adalah salah satu SDGs terlemah kita. Jadi dengan mengingat semua itu, kami berpikir tidak ada waktu yang lebih baik bagi kami untuk membicarakan tantangan ini," tegasnya.
Naina mengatakan upaya mencapai target SDGs harus dilakukan secara sinergitas antara pemimpin negara-negara di kawasan Asia Pasifik.
"Khususnya, dalam implementasi kebijakan yang diharapkan dapat dijalankan secara inovatif. Itu juga dapat ditingkatkan mengingat ukuran ekonomi dan populasi kita yang besar di beberapa negara di Asia," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




