ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hadapi El Nino, Gangguan Produksi Pangan RI Seberapa Genting?

Kamis, 22 Juni 2023 | 05:05 WIB
AC
IC
Penulis: Ayos Carlos | Editor: CAH
Petani bersiap menggiling padi di kawasan Desa Wonosari, Pekalongan, Jawa Tengah, 15 Agustus 2015
Petani bersiap menggiling padi di kawasan Desa Wonosari, Pekalongan, Jawa Tengah, 15 Agustus 2015 (Antara/Pradita Utama)

Jakarta, Beritasatu.com - Dampak El Nino diyakini sejumlah ahli sudah diantisipasi sejak dini oleh pemerintah terutama agar produksi pertanian secara nasional tidak terganggu. Namun, perlu adanya aksi nyata ke tingkat petani agar dampaknya tidak merugikan parah terhadap petani.

Pengamat Pertanian, Khudori mengatakan potensi EL Nino sudah dijelaskan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Mengacu BMKG, puncak EL Nino diperkirakan pada Agustus nanti.

"Saya yakin, kementerian teknis dalam hal ini Kementerian Pertanian, sudah jauh-jauh hari melakukan antisipasi dan mitigasi. Karena El Nino, juga La Nina, adalah hal yang datang dan pergi di wilayah tropis seperti Indonesia. Jadi, ini bukan hal baru bagi Indonesia," kata dia menjawab pertanyaan Beritasatu.com, Rabu (21/06/2023).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, secara umum sudah dapat dipastikan akan ada dampak langsung dari El Nino, terutama terhadap produksi pertanian. Dikatakannya, pengalaman di tahun-tahun sebelumnya menunjukkan, El Nino membuat produksi tertekan, salah satunya tanaman pangan, yakni padi.

"Seberapa besar penurunan produksi, amat tergantung pada kondisi El Ninonya, apakah sedang, moderat atau berat?," kata dia lebih lanjut.

Dil uar itu, kata dia, ada dampak tidak langsung dari dampak El Nino ini. Suhu siang dan malam yang berbeda jauh membuat tanaman stres. Ini jadi ajang yang subur bagi tumbuhkan hama dan penyakit. Hama-penyakit yang tidak biasa ada, bisa muncul saat El Nino.

"Karena itu, penting untuk memastikan para petani jauh-jauh mempersiapkan diri, terutama menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca atau iklim. Kalau memang puncak kemarau terjadi Agustus, jangan paksakan menanam tanaman yang perlu banyak air," kata dia.

Ditambahkan dia, memaksakan tanam tanaman yang butuh banyak air sama saja bunuh diri. Jadi, penting memastikan petani punya akses informasi terhadap cuaca/iklim ke depan lalu diterjemahkan ke pola tanam. Cara ini akan mengurangi potensi petani dari kerugian.

Menurut dia yang paling penting, pemerintah harus memastikan sarana produksi tersedia cukup dan bisa diakses, termasuk ketercukupan varietas-varietas tertentu yang cocok untuk ditanam saat El Nino.

Selama ini, cara - cara pemerintah membantu pompa, memperbaiki jaringan irigasi, embung, bendungan, dan irigasi mikro sudah jamak. Ini mesti dilakukan jauh2 hari sebelum El Nino. Ketika El Nino terjadi, wilayah yang masih tersedia air tidak akan mengalami kendala serius.

"Petani harus didorong ikut asuransi. Jika nanti puso atau gagal panen, petani akan mendapatkan penggantian dari perusahaan asuransi," jelasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dampak Super El Nino 2026, Akankah Picu Krisis Pangan?

Dampak Super El Nino 2026, Akankah Picu Krisis Pangan?

INTERNASIONAL
Ancaman El Nino, BPBD Lumajang Waspadai Karhutla di Lereng Semeru

Ancaman El Nino, BPBD Lumajang Waspadai Karhutla di Lereng Semeru

JAWA TIMUR
Pemkab Cianjur Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana

Pemkab Cianjur Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana

JAWA BARAT
BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

JAWA TIMUR
El Nino Ancam Pertanian Sigi dan Buol, Jagung dan Cabai Gagal Panen

El Nino Ancam Pertanian Sigi dan Buol, Jagung dan Cabai Gagal Panen

NUSANTARA
Jangan Anggap Sama, Begini Perbedaan Musim Kemarau dan El Nino

Jangan Anggap Sama, Begini Perbedaan Musim Kemarau dan El Nino

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon