ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Smelter Beroperasi, Merdeka Battery Materials Optimistis Kinerja 2023 Positif

Sabtu, 1 Juli 2023 | 05:17 WIB
ZR
H
Penulis: Zsazya Senorita MC Ramadhani | Editor: HE
Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Devin Ridwan (tengah) didampingi Komisaris Independen MBMA Hasan Fawzi (kiri) dan Direktur MBMA Titien Supeno (kanan) memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar di Alila Hotel, Jakarta, Jumat, 30 Juni 2023.  
Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Devin Ridwan (tengah) didampingi Komisaris Independen MBMA Hasan Fawzi (kiri) dan Direktur MBMA Titien Supeno (kanan) memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar di Alila Hotel, Jakarta, Jumat, 30 Juni 2023.   (Beritasatu.com/Zsazya Senorita)

Jakarta, Beritasatu.com – Manajemen PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) atau MBM optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif hingga akhir 2023. Peningkatan pendapatan diproyeksikan berasal dari beroperasinya pabrik smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) PT Zhao Hui Nickel (ZHN).

Smelter tersebut memiliki target kapasitas terpasang sebesar 50.000 ton Ni dalam bentuk nickel pig iron (NPI) per tahun. Optimisme tersebut juga didukung oleh proyek acid iron metal (AIM) dan PT Huaneng Metal Industry (HNMI), serta fasilitas konversi high-grade nickel matte (HGNM) yang 60% sahamnya baru saja diakuisisi oleh MBM.

"Berbagai rencana bisnis telah berhasil dijalankan dengan baik, terutama akuisisi atas proyek ekspansi hilir dan proses pembangunan smelter RKEF baru, sehingga akan meningkatkan potensi pendapatan MBMA tahun ini," jelas Presiden Direktur Merdeka Battery Materials, Devin Ridwan, usai RUPST di Alila Hotel Jakarta, Jumat (30/6/2023).

ADVERTISEMENT

Smelter RKEF ZHN dan proyek AIM diharapkan akan berproduksi setelah proses pembangunannya rampung pada pertengahan kedua tahun 2023. Sementara itu, HNMI akan menghasilkan HGNM yang mengandung lebih dari 70% nikel dengan memproses low-grade nickel matte yang dihasilkan oleh smelter RKEF.

Nikel matte merupakan bahan baku utama untuk prekursor baterai dan Nikel Kelas 1. HNMI saat ini telah beroperasi secara komersial dan diharapkan akan mulai memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan MBM pada semester II 2023.

Perlu diketahui, sumber pendapatan utama MBM pada 2022 berasal dari penjualan NPI ke pasar luar negeri serta domestik, masing-masing sebesar US$ 270,33 juta dan US$ 185,4 juta. Tahun lalu, perseroan mencatat pendapatan sebesar US$ 455,74 juta dengan laba tahun berjalan senilai US$ 37,85 juta.

Produksi NPI tersebut berasal dari smelter RKEF milik PT Cahaya Smelter Indonesia dan PT Bukit Smelter Indonesia yang masing-masing memiliki kapasitas terpasang sebesar 19.000 ton Ni dalam bentuk NPI per tahun. Dengan beroperasinya smelter RKEF ZHN, total kapasitas terpasang yang dimiliki oleh MBMA akan mencapai 88.000 ton Ni per tahun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon