ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IHSG Dibuka Melemah 0,3%, Ini Penyebabnya

Jumat, 7 Juli 2023 | 09:15 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Karyawan berada di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta.
Karyawan berada di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Merespon pengumuman data ekonomi di atas, imbal hasil surat berharga negara melonjak karena antisipasi terhadap lebih banyak langkah ketat dari Fed di masa depan, dengan imbal hasil obligasi 2 tahun dan 10 tahun masing-masing mencapai lebih dari 5% dan 4%. Saat ini, peserta pasar memperhitungkan kemungkinan sebesar 93% bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga bulan Juli ini, seperti yang dikutip dari Fed Rate Monitor Tool Investing.com.

Dari Eropa benua, pesanan pabrik Jerman pada bulan Mei juga melonjak jauh di atas perkiraan, tumbuh sebesar 6,4% (lebih tinggi dari konsensus 1,2%, dan April sebesar 0,2%). Sayangnya, aktivitas bisnis di tempat lain masih lesu, dengan UK Construction PMI pada bulan Juni turun ke wilayah kontraksi dan Retail Sales (Mei) untuk Eurozone tidak mampu pulih dari pertumbuhan negatif bulan sebelumnya. Dalam hal komoditas, saham sektor energi memimpin kelemahan pasar secara keseluruhan meskipun harga minyak mentah menguat dari level terendahnya karena data mingguan menunjukkan penurunan stok minyak AS sebesar 1,508 juta barel, melebihi perkiraan sebesar 983 ribu barel.

Saham sektor konsumen mengalami tekanan karena kekhawatiran terhadap melemahnya permintaan akibat lonjakan suku bunga hipotek mencapai level tertinggi tahun ini. Sementara itu, meskipun sektor Teknologi berjuang untuk menahan dampak kenaikan imbal hasil obligasi yang membuat saham pertumbuhan menjadi lebih mahal, Microsoft berhasil mencatat kenaikan sebesar 1% yang dibantu oleh optimisme di sektor kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) merayakan kenaikan, melanjutkan pergerakan bullish pada Kamis, dengan berhasil menyelamatkan posisi dengan kenaikan sebesar 38,35 poin menjadi 6.757,33, kembali masuk ke area Resistance kritis dalam 1,5 bulan terakhir. Mengingat sentimen negatif yang terjadi di pasar regional, ada kemungkinan bahwa potensi kenaikan lebih lanjut IHSG dapat terhambat, karena para investor dan trader cenderung lebih berhati-hati menjelang akhir pekan. NHKSI Research menyarankan untuk "Wait & See" agar melihat kekuatan bullish IHSG yang kuat sebelum memutuskan untuk melakukan Average Up lebih lanjut.

ADVERTISEMENT


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

EKONOMI
OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

EKONOMI
Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

EKONOMI
18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

EKONOMI
IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon