ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

50 Persen Biro Perjalanan di Bali Belum Bangkit Pasca Pandemi Covid-19

Jumat, 7 Juli 2023 | 18:22 WIB
CL
R
Penulis: Cindy Violeta Layan | Editor: RZL
Wisatawan tengah belanja oleh-oleh di Denpasar, Bali, Minggu, 2 Juli 2023.
Wisatawan tengah belanja oleh-oleh di Denpasar, Bali, Minggu, 2 Juli 2023. (Beritasatu.com/Mansy Singko)

Jakarta, Beritasatu.com - Bali merupakan destinasi wisata yang tidak perlu lagi diragukan keindahan akan sumber daya alam nya. Sayangnya, di era pandemi Covid-19 sektor pariwisata mengalami pukulan keras yang menyebabkan banyaknya pegiat usaha tumbang.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali, I Putu Winastra. Dirinya mengatakan hingga saat ini tercatat sekitar 50% biro perjalanan belum kembali beroperasi.

"Kami memiliki anggota sebanyak 438 biro perjalanan wisata yang beroperasi di Bali sebelum pandemi jadi sekarang baru ter-update ada sekitar 250 lebih ya artinya masih ada 200-an hampir 200-an perusahaan yang masih tutup dalam artian kami belum memastikan apakah mereka tutup secara permanen atau tutup secara temporary," ucap I Putu kepada Beritasatu.com dalam wawancara daring.

ADVERTISEMENT

Dirinya mencontohkan satu kasus yaitu dari negara tirai bambu. I Putu mengatakan terjadi penurunan cukup signifikan dalam bisnis biro perjalanan apabila dibandingkan dengan tahun 2019 kebawah atau era sebelum pandemi.

"Seperti Tiongkok, ini pemainnya banyak dulu sekitar 80 biro perjalanan nah sekarang pemerintah sendiri dalam hal ini Kementerian cuma memberi target cuma 255 ribu wisatawan Tiongkok, artinya hanya sekitar 15% dari 2019 Jadi bagaimana kita bisa merebut pasar itu sementara targetnya sendiri sangat kecil," ujarnya.

Meskipun demikian, Putu tetap optimis bahwa pariwisata khususnya di Bali dapat kembali bergairah seperti sedia kala. Dirinya juga mengimbau kepada para pelaku usaha untuk terus semangat melakukan promosi-promosi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Dirinya berharap pariwisata Bali sebagai salah satu destinasi utama Indonesia bahkan internasional ini dapat terus dilestarikan dan dijaga agar tidak sampai tercoreng nama baiknya.

"Kami ASITA Bali tentu menyampaikan optimisme bahwa pariwisata Bali ini akan pulih dan juga kita baik pelaku pemerintah masyarakat harus selalu menjaga kenyamanan dan keamanan destinasi Bali ini terlebih destinasi Bali ini menjadi sebuah destinasi yang sudah dikenal di mancanegara di seluruh dunia oleh karena itu jangan sampai destinasi ini tercoreng hanya segelintir orang yang memanfaatkan momen," tuturnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tak Mau Kecolongan Hantavirus, Pintu Masuk ke Bali Diperketat

Tak Mau Kecolongan Hantavirus, Pintu Masuk ke Bali Diperketat

BALI
Masuk secara Ilegal, 10 WN Banglades Terlibat Kasus Penyekapan di Bali

Masuk secara Ilegal, 10 WN Banglades Terlibat Kasus Penyekapan di Bali

BALI
Bali Bakal Disulap Jadi Pusat Keuangan Internasional

Bali Bakal Disulap Jadi Pusat Keuangan Internasional

EKONOMI
Pilot Air India Meninggal di Bali Kena Serangan Jantung

Pilot Air India Meninggal di Bali Kena Serangan Jantung

BALI
Terlibat Judol Jaringan Kamboja, 3 Mahasiswi Terancam 9 Tahun Penjara

Terlibat Judol Jaringan Kamboja, 3 Mahasiswi Terancam 9 Tahun Penjara

BALI
DPR Minta Reklamasi Pulau Serangan Bali Dihentikan untuk Dievaluasi

DPR Minta Reklamasi Pulau Serangan Bali Dihentikan untuk Dievaluasi

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon