7 Kuartal Beruntun Pertumbuhan Ekonomi 5%, Resilien di Tengah Perlambatan Global
Selasa, 8 Agustus 2023 | 09:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) menyatakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 20223 sebesar 5,17% menunjukkan resiliensi (tahan) di tengah perlambatan ekonomi global. Capaian pertumbuhan ekonomi nasional ini lebih tinggi dibandingkan mayoritas negara dan kawasan, termasuk Vietnam, Uni Eropa, Amerika Serikat (AS), dan Korea Selatan yang tumbuh masing-masing sebesar 4,1%, 0,6%, 2,6%, dan 0,9% (year n year/yoy) pada periode yang sama.
"Pertumbuhan ekonomi nasional melanjutkan tren di atas 5% selama 7 kuartal berturut-turut, lebih tinggi dari ekspektasi pasar bahkan dengan basis pertumbuhan yang tinggi di periode yang sama tahun sebelumnya. Ini menunjukkan resiliensi aktivitas ekonomi nasional di tengah perlambatan global," kata Kepala BKF Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu di Jakarta, Senin (7/8/2023).
Febrio mengatakan resiliensi ekspansi perekonomian nasional yang terjaga hingga kuartal II 2023 menjadi modal penting ke depan. Kualitas pertumbuhan ekonomi juga terjaga sejalan penurunan pengangguran menjadi 5,45% pada Februari 2023 dan penduduk miskin pada Maret 2023 jadi 9,36%. Meski demikian, pemerintah tetap memantau risiko perlambatan ekonomi dunia saat ini yang dampaknya terhadap kinerja perdagangan internasional Indonesia.
Dengan pencapaian tingkat pertumbuhan ini serta keberlanjutan perbaikan struktural, pemerintah optimistis bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2023 diperkirakan sekitar 5,1%. Dia mengatakan saat ini, Indonesia sudah naik menjadi kelas menengah atas berdasarkan gross national income, tetapi ini belum cukup. Dalam jangka pendek, Indonesia menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem menjadi 0% dan penurunan prevalensi stunting menjadi 14% pada 2024.
"Namun kita akan terus mempercepat pertumbuhan ekonomi untuk dapat meraih cita-cita bersama menjadi negara berpendapatan tinggi di tahun 2045," kata Febrio.
Dari sisi pengeluaran, kuatnya pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tumbuh sebesar 5,23% (yoy). Daya beli masyarakat terus terjaga dengan tingkat inflasi yang terus menurun. Berbagai kebijakan bantuan sosial kepada masyarakat berpenghasilan rendah, pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 serta tunjangan profesi guru (TPG), serta kebijakan masa libur Lebaran yang lebih panjang mampu mendorong aktivitas konsumsi masyarakat. Aktivitas terkait penyelenggaraan Pemilu juga sudah mulai terlihat menguat, tercermin dari konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) yang mampu tumbuh 8,62% (yoy).
Peran APBN terbukti cukup signifikan dalam menopang kinerja pertumbuhan kuartal II 2023. Konsumsi pemerintah yang mencakup belanja pegawai dan belanja barang, tumbuh kuat 10,62%, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan kuartal I 2023 sebesar 3,45%. Pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTB) atau investasi pada kuartal II 2023 tumbuh 4,63% (yoy).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




