ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BRIN: Dampak El Nino Sejauh Ini Masih Terkendali

Selasa, 8 Agustus 2023 | 12:05 WIB
CS
FB
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: FMB
Ilustrasi kekeringan.
Ilustrasi kekeringan. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Riset dan Teknologi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, mengantisipasi ketahanan pangan nasional yang berpotensi terancam dari dampaknya El Nino. Sejauh ini, dampak El Nino masih terbilang moderat.

Hal itu Handoko ungkapkan usai menghadiri acara "BRIN Mendengar" di Gedung Nayaka Loka, di lingkungan Kebun Raya Candikuning, Kabupaten Tabanan, Bali, Senin (7/8/2023).

"Kalau El Nino, kami BRIN selalu dilibatkan di rapat terbatas juga bersama presiden, khususnya terkait antisipasi dampak El Nino terhadap ketahanan pangan kita," ujar Handoko.

Handoko mengatakan BRIN sudah menyiapkan menyiapkan segala jenis skenario yang mungkin terjadi apabila El Nino ini berkepanjangan sampai mengganggu produksi pangan.

ADVERTISEMENT

Skenarionya pertama, yang paling positif El Nino-nya tidak berjalan terlalu lama sehingga kemungkinan besar tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan terkait produksi pangan. "Kita tidak menutup kemungkinan juga potensi El Nino berkepanjangan, yang tentu tidak kita harapkan. Tetapi sejauh ini sebenarnya cukup moderat," tutur Handoko.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan bahwa dirinya terus berkoordinasi dengan Pemda terkait untuk penanganan El Nino. Koster berharap, dampak El Nino dapat ditangani.

"Terutama kami diingatkan soal El Nino. Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG dan kepala dinas pertanian provinsi. Kami akan rapat tindak lanjut lagi dengan kabupaten/kota sejauh mana dampak daripada El Nino ini terhadap perubahan iklim yang berdampak pada produktivitas pertanian itu sendiri. Jadi kami tentu berharap walaupun itu benar ada, tidak terlalu berat seperti pandemi dan dampaknya tidak terlalu luas, dan bisa dimitigasi dari awal," kata Koster.

Fenomena cuaca berupa kenaikan suhu hingga kekeringan di berbagai wilayah Indonesia sebagai dampak El Nino sudah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lembaga tersebut meramalkan puncak kemarau di Indonesia akan berlangsung selama Agustus hingga September 2023.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dampak Super El Nino 2026, Akankah Picu Krisis Pangan?

Dampak Super El Nino 2026, Akankah Picu Krisis Pangan?

INTERNASIONAL
Ancaman El Nino, BPBD Lumajang Waspadai Karhutla di Lereng Semeru

Ancaman El Nino, BPBD Lumajang Waspadai Karhutla di Lereng Semeru

JAWA TIMUR
Pemkab Cianjur Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana

Pemkab Cianjur Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana

JAWA BARAT
BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

JAWA TIMUR
El Nino Ancam Pertanian Sigi dan Buol, Jagung dan Cabai Gagal Panen

El Nino Ancam Pertanian Sigi dan Buol, Jagung dan Cabai Gagal Panen

NUSANTARA
Jangan Anggap Sama, Begini Perbedaan Musim Kemarau dan El Nino

Jangan Anggap Sama, Begini Perbedaan Musim Kemarau dan El Nino

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon