ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bangun Pabrik, Emiten CPO Pulau Subur Bidik Produksi TBS 30.000 Ton

Selasa, 10 Oktober 2023 | 13:12 WIB
MF
WP
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: WBP
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit (CPO).
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit (CPO). (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 2023, PT Pulau Subur Tbk (PTPS), perusahaan perkebunan kelapa sawit atau minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), mengincar produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 30.000 ton pada tahun 2024. Upaya mencapai target ini akan didukung pembangunan pabrik baru.

Direktur Utama PT Pulau Subur, Felix Safei, menjelaskan bahwa dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) akan digunakan untuk membiayai ekspansi perusahaan ini. Perincian penggunaan dana tersebut mencakup 50% untuk membangun pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) dengan kapasitas 10 ton per jam, serta 50% lainnya untuk modal kerja, seperti pembelian TBS, pemeliharaan jalan, pembelian traktor, dan peralatan produksi. "Dengan langkah ini, kami berharap dapat mendukung target produksi TBS sebesar 30.000 ton," jelasnya dalam konferensi pers di BEI, Jakarta, yang dilansir oleh Investor Daily pada Senin (9/10/23).

Hingga September 2023, perusahaan telah berhasil memproduksi TBS sebanyak 28.000 ton. Dengan pencapaian ini, PTPS optimistis akan mencatatkan laba bersih tahun 2023 sebesar Rp 29,11 miliar, naik 5,2% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 27,67 miliar. Keyakinan ini didasarkan pada tingkat produktivitas tanaman yang tinggi dan masuknya tanaman dalam masa produktif.

ADVERTISEMENT

Selain produktivitas tanaman yang mendukung, Felix juga mengungkapkan bahwa kinerja keuangan perusahaan selama beberapa tahun terakhir telah mengalami pertumbuhan, dengan penjualan pada 3 bulan pertama tahun ini meningkat sebesar 12,42% menjadi Rp 13,85 miliar dari Rp 12,32 miliar di kuartal pertama tahun 2022. "Secara historis, penjualan Pulau Subur selalu tumbuh setiap tahun, yang mendorong pencapaian positif pada kinerja perusahaan," tambahnya.

Felix menyatakan bahwa pertumbuhan penjualan pada kuartal pertama 2023 terutama disebabkan peningkatan volume penjualan TBS, meskipun harga jual TBS relatif stabil dibandingkan dengan kuartal pertama 2022. Penjualan terbesar dalam 3 bulan pertama tahun ini dilakukan kepada PT Gelumbang Agro sebesar Rp 8,74 miliar dan sisanya dibeli oleh PT Daya Semesta Agro Persada. "Tingkat produktivitas tanaman dan usia tanaman yang memasuki masa produktif menjadi penyebab peningkatan volume penjualan," katanya.

Selain itu, Felix menegaskan bahwa proyeksi positif kinerja keuangan PTPS didukung oleh pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan. Pada 2022, penjualan PTPS mencapai Rp 64,3 miliar, naik 27,86% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 50,29 miliar. Pencapaian ini setara dengan lonjakan 85,85% dibandingkan dengan nilai penjualan di tahun 2021 yang sebesar Rp 27,06 miliar.

Terkait dengan dividen, Felix menjelaskan bahwa berdasarkan kebijakan dividen perusahaan yang maksimal 30% dari laba bersih, kondisi keuangan PTPS memungkinkan membagikan dividen sebesar Rp 8,73 miliar kepada para pemegang saham. Selain itu, saldo laba PTPS per 31 Desember 2023 diperkirakan mencapai Rp 8,67 miliar, naik 52,91% (year on year/yoy).



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon