ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pegawai BI protes OJK

Senin, 6 Desember 2010 | 14:41 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi uang.
Ilustrasi uang. (Dok. Pexels)

OJK dinilai akan memicu munculnya kejahatan baru dalam pencucian uang, dan rekayasa keuangan.

Ikatan Pegawai Bank Indonesia menilai pemusatan pengawasan semua lembaga keuangan dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berpotensi menimbulkan kejahatan pencucian uang, korupsi dan rekayasa keuangan, karena akan memberikan wewenang sangat besar kepada OJK.

"OJK dengan kewenangannya yang bisa melakukan penyidikan, akan membuat money laundring, korupsi dan rekayasa keuangan sulit dideteksi," kata Agus Santoso, Ketua Ikatan Pegawai BI, di Jakarta, hari ini.

Menurutnya, dengan wewenang yang sangat besar pada OJK yaitu memberikan tugas perizinan, pengaturan, pengawasan sampai penyidikan, akan membuat masyarakat sulit mengawasi OJk.

Ikatan Pegawai BI, juga menilai proses penyusunan Rancang Undang-Undang OJK sangat terburu-buru dan dipaksakan tanpa sosialisasi dan kajian yang mendalam. Rancangan itu juga dinilai tidak melihat kebutuhan nyata dari perekonomian nasional serta tidak menghiraukan trend reformasi sistem keuangan internasional.

"Kami melihat OJK akan menjadi masalah baru dalam perekonomian nasional dan kami menolak untuk berada di dalamnya karena kami mau menjadi bagian dari penyebab penderitaan rakyat," katanya.

Secara konstitusi, lanjut Agus, pemindahan tugas pengawasan perbankan ke OJK membuat BI tidak mungkin mengemban amanat konstitusinya untuk menjaga inflasi dan nilai tukar sesuai pasal 23D UUD 45. "RUU OJK adalah amanat UU BI pasal 34 yang harus dipertanyakan karena tidak ada naskah akademisnya," katanya.

Agus mengatakan, penolakan mereka terhadap konsep OJK bukan titipan dari Dewan Gubernur BI, karena Ikatan Pegawai BI bukan alat kebijakan Dewan Gubernur. "Kami menggugat rencana pendirian OJK atas kesadaran dan tanggungjawab konstitusional kami sendiri. Jangan jadikan UU sebagai alat legalitas untuk memaksakan kehendak apalagi melanggar hak asasi manusia," katanya.

Dia juga menolak dikatakan, protes itu dipicu oleh persoalan gaji yang kelak akan mereka terima, jika mereka pindah ke OJK.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

MULTIMEDIA
Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

NASIONAL
BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

EKONOMI
BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon