Ada Apa dengan Rupiah? Kurs Terus Melemah Mendekati Rp 16.000
Kamis, 26 Oktober 2023 | 15:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terdepresiasi menembus kisaran Rp 15.915 menjelang penutupan perdagangan hari ini, Kamis (26/10/2023).
Menurut data Refinitiv, pada pukul 15.00 WIB, kurs rupiah melemah 50 poin 0,32% ke Rp 15.915 dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 15.865. Transaksi rupiah hari ini berkisar antara Rp 15.910-Rp 15.940 per dolar AS.
Pantauan Beritasatu.com, kurs jual rupiah di sejumlah money changer di Jakarta berada di kisaran Rp 15.900, sementara di Yogyakarta terpantau sudah menembus Rp 16.000. Sedangkan kurs beli ada di kisaran Rp 15.800. Kurs jual Bank Indonesia hari ini di Rp 15.950,35 dan kurs beli di Rp 15.791,65.
Menurut analis pasar mata uang Lukman Leong, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS menjelang pengumuman data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal III/2023 yang dijadwalkan malam ini.
Lukman mencatat bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun mengalami kenaikan tipis, mengikuti tren menuju level tertinggi dalam 16 tahun, yakni sekitar 5%, yang sudah tercapai awal pekan ini.
Imbal hasil obligasi 10 tahun AS berada pada angka 4,9506% pada hari Rabu (25/10/2023). Sementara itu, PDB AS kuartal III/2023 diperkirakan tumbuh kuat sebesar 4,3%.
"Pidato Jerome Powell, Gubernur Bank Sentral AS, semalam juga cenderung sedikit lebih hawkish. Tidak ada data ekonomi dari Tiongkok hari ini, dan kinerja di bawah harapan ekonomi Tiongkok akan terus menekan mata uang regional di Asia, termasuk rupiah," kata dia.
Nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,19% Rp 16.789,23, terhadap pound sterling melemah 0,16% Rp 19.245,69, terhadap yen melemah 0,16% ke Rp 105,75, terhadap dolar Australia melemah 0,27% ke Rp 10.034,38, rupiah terhadap dolar Singapura melemah 0,29% ke Rp 11.600,12.
Hari ini, indeks dolar AS (DXY), yang melacak greenback terhadap mata uang utama dunia, berada di 106,73 atau menguat 0,19% dibandingkan posisi sebelumnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




