ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI: Arus Modal Keluar Hanya Dana Hot Money

Jumat, 28 Juni 2013 | 22:08 WIB
G
FH
Penulis: GRC | Editor: FER
1. KPK Menggeledah empat ruangan di Gedung BI
2. Kabut Asap di Riau belum tertanggulangi
3. Ribuan penumpang KRL terlantar di Stasiun Bojong Gede.
4. Dialog Prime Time Hari ini Membahas Kongkalikong Elit PKS 

#VIDEOBREAK#

BeritaSatu dapat disaksikan lewat live streaming di BeritaSatu TV, First Media Channel 6 dan HD Channel 301, Telkomvision Channel 150, Skynindo Channel 47, Aora TV Channel 921, BeritaSatu.com serta Youtube.com/BeritaSatu. Dan kepada semua pemirsa kami di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kami sambut hangat telah bergabung dengan BeritaSatu di Duta TV, Channel 44.
1. KPK Menggeledah empat ruangan di Gedung BI 2. Kabut Asap di Riau belum tertanggulangi 3. Ribuan penumpang KRL terlantar di Stasiun Bojong Gede. 4. Dialog Prime Time Hari ini Membahas Kongkalikong Elit PKS #VIDEOBREAK# BeritaSatu dapat disaksikan lewat live streaming di BeritaSatu TV, First Media Channel 6 dan HD Channel 301, Telkomvision Channel 150, Skynindo Channel 47, Aora TV Channel 921, BeritaSatu.com serta Youtube.com/BeritaSatu. Dan kepada semua pemirsa kami di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kami sambut hangat telah bergabung dengan BeritaSatu di Duta TV, Channel 44. (BeritaSatu TV/Tim Redaksi BeritaSatu TV)

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan, arus keluarnya modal asing (capital outflow) dari Indonesia hanya merupakan hot money (dana panas) yang mencari keuntungan jangka pendek. Namun, bank sentral terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"BI melihat capital outflow sebagai hot money semata, yang lazim terjadi di tengah situasi ketidakpastian. Pos terakhir menunjukkan outflow mulai cenderung menurun, dan nilai tukar relatif stabil," kata Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Jumat (28/6).

Dia mengakui, keluarnya dana hot money tersebut tentunya menggerus cadangan devisa di bank sentral. Pasalnya, BI harus menjaga likuiditas valuta asing (valas) ketika terjadi capital outflow dari pasar modal dan Surat Berharga Negara (SBN).

Hingga minggu ketiga Juni 2013, BI mencatat total capital outflow mencapai Rp 34 triliun, yang terdiri dari outflow SBN sebesar Rp 17 triliun dan sisanya saham.

ADVERTISEMENT

BI, kata dia, senantiasa mengantisipasi kebutuhan likuiditas valas di pasar, seiring dengan periode akhir bulan atau semesteran. Masa tersebut merupakan saat kebutuhan valas meningkat untuk membayar utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi.

"Cadangan devisa masih sangat mencukupi untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," tukas Peter.

BI mencatat cadangan devisa sebesar US$ 105,15 miliar per akhir Mei 2013 atau setara dengan 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, di atas standar kecukupan internasional selama 4 bulan.

Kendati ketidakpastian global masih tinggi, Peter menegaskan, diperkirakan tekanan nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS.

"BI tidak menetapkan nilai tukar rupiah di level tertentu ataupun angka psikologis jumlah cadangan devisa minimal US$ 100 miliar. Sebab, yang paling penting adalah stabilitas nilai tukar, moneter, dan makroekonomi nasional," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

MULTIMEDIA
Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

NASIONAL
BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

EKONOMI
BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon