BI: Arus Modal Keluar Hanya Dana Hot Money
Jumat, 28 Juni 2013 | 22:08 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan, arus keluarnya modal asing (capital outflow) dari Indonesia hanya merupakan hot money (dana panas) yang mencari keuntungan jangka pendek. Namun, bank sentral terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"BI melihat capital outflow sebagai hot money semata, yang lazim terjadi di tengah situasi ketidakpastian. Pos terakhir menunjukkan outflow mulai cenderung menurun, dan nilai tukar relatif stabil," kata Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Jumat (28/6).
Dia mengakui, keluarnya dana hot money tersebut tentunya menggerus cadangan devisa di bank sentral. Pasalnya, BI harus menjaga likuiditas valuta asing (valas) ketika terjadi capital outflow dari pasar modal dan Surat Berharga Negara (SBN).
Hingga minggu ketiga Juni 2013, BI mencatat total capital outflow mencapai Rp 34 triliun, yang terdiri dari outflow SBN sebesar Rp 17 triliun dan sisanya saham.
BI, kata dia, senantiasa mengantisipasi kebutuhan likuiditas valas di pasar, seiring dengan periode akhir bulan atau semesteran. Masa tersebut merupakan saat kebutuhan valas meningkat untuk membayar utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi.
"Cadangan devisa masih sangat mencukupi untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," tukas Peter.
BI mencatat cadangan devisa sebesar US$ 105,15 miliar per akhir Mei 2013 atau setara dengan 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, di atas standar kecukupan internasional selama 4 bulan.
Kendati ketidakpastian global masih tinggi, Peter menegaskan, diperkirakan tekanan nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS.
"BI tidak menetapkan nilai tukar rupiah di level tertentu ataupun angka psikologis jumlah cadangan devisa minimal US$ 100 miliar. Sebab, yang paling penting adalah stabilitas nilai tukar, moneter, dan makroekonomi nasional," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




