ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BJB Revisi Target Kredit Komersial

Selasa, 2 Juli 2013 | 21:33 WIB
G
FH
Penulis: GRC | Editor: FER
Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro (kanan) bersama jajaran direksi PT Jamsostek (Persero), Direktur Kepesertaan Junaedi (kiri) dan Direktur Perencanaan, Pengembangan dan IT Agus Supriadi (kedua kiri), dan Bupati Subang Ojang Suhandi (ketiga kanan) meninjau pelayanan jamsostek usai Penandatanganan Perjanjian Kerjasama BJB Jamsostek Service Point Office (JSPO) di Bank BJB Kantor Cabang Subang, Jawa Barat, Kamis (14/3).
Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro (kanan) bersama jajaran direksi PT Jamsostek (Persero), Direktur Kepesertaan Junaedi (kiri) dan Direktur Perencanaan, Pengembangan dan IT Agus Supriadi (kedua kiri), dan Bupati Subang Ojang Suhandi (ketiga kanan) meninjau pelayanan jamsostek usai Penandatanganan Perjanjian Kerjasama BJB Jamsostek Service Point Office (JSPO) di Bank BJB Kantor Cabang Subang, Jawa Barat, Kamis (14/3). (ANTARA/HO)

Bandung - PT Bank Jabar Banten Tbk (BJB) memutuskan untuk menurunkan target kredit komersialnya dalam revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) ke Bank Indonesia (BI) pada pertengahan tahun ini. Namun, secara keseluruhan, perseroan tidak melakukan revisi pertumbuhan kredit yang dipatok sebesar 30% pada 2013.

Corporate Secretary BJB Sofi Suryasnia mengaku tidak ingat berapa persen penurunan target komersial tersebut. Selain kredit komersial, perseroan juga menurunkan target kredit konsumer dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), karena targetnya telah terlampaui.

"Kami sedang mengajukan revisi RBB ke BI. Komersial diturunkan untuk memperbaiki rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL)," kata Sofi ketika ditemui di Kantor Pusat BJB, Bandung, Selasa (2/7).

Sementara itu, perseroan tidak menurunkan target kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang tahun lalu telah bertumbuh 56%, serta saat ini pertumbuhannya juga telah hampir mencapai sekian besar. Sofi mengakui, NPL di segmen mikro masih agak tinggi, namun perseroan tetap berupaya untuk memperbaikinya.

ADVERTISEMENT

"Salah satunya kami jalankan collecting (penagihan) secara intens, jemput bola, termasuk sistem pembayaran (angsurannya)," kata Sofi.

Pada akhir 2012, NPL mikro BJB tercatat mencapai 4,1% atau meningkat dari 2011 sebesar 2,6%. Hal itu terjadi karena sejumlah kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tidak terlalu baik di lapangan. Perseroan berupaya menjaga NPL mikro di bawah 5%.

Tahun ini, perseroan menargetkan dapat menyalurkan kredit mikro sebesar Rp 6,8 triliun atau bertumbuh 50%. Strategi yang dilakukan yaitu memaksimalkan jaringan outlet mikro, yaitu Waroeng BJB, yang ditargetkan dapat mencapai 600 outlet. Sofi menjelaskan, terdapat tiga jenis Waroeng BJB, yaitu A, B, dan C. Tipe A terdapat di Kantor Cabang, sedangkan B di Kantor Cabang Pembantu (KCP), serta C berbentuk outlet mikro tersendiri yang ditempatkan pasar-pasar tradisional.

"Itu kami lakukan agar ada di mana-mana, lebih dekat. Jadi pelaku usaha yang butuh kredit mikro bisa datang ke Kantor Cabang, KCP, maupun Waroeng BJB di pasar tradisional," jelas Sofi.

Selain memberikan pembiayaan, perseroan berupaya turut aktif dalam mengedukasi para pengusaha UMKM. Rencananya, Rabu (3/7), BJB bersama Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) mengadakan Konferensi Nasional Pemberdayaan UMKM. Seminar tersebut diikuti oleh para peserta dari kalangan pengusaha UMKM seluruh Indonesia, terutama yang berusia muda.

Sedangkan di sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), baru-baru ini perseroan menggelar BJB Trail Adventure untuk para penggemar motor trail di Bandung, yang mensyaratkan para peserta untuk membuka tabungan BJB terlebih dahulu. Dari perhelatan itu, sekitar 3 ribu nasabah tabungan baru berhasil dijaring, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 1.000 orang.

"Kami juga menggelar fun bike di Bali dan Banten. Seluruhnya itu untuk menjaring nasabah tabungan dalam rangka meningkatkan dana murah kami," papar Sofi.

Sebelumnya, Direktur Utama BJB Bien Subiantoro mengatakan, jika tahun ini pertumbuhan DPK pihaknya dapat mencapai 30%, maka target kredit sebesar 30% juga dapat dicapai. Pada kuartal I-2013, rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) BJB mencapai 82% dan diperkirakan pada semester I-2013 ini akan menurun ke level 80%. Sedangkan total DPK telah mencapai Rp 45,24 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Penukaran Uang Baru di Bogor Ricuh, Puluhan Ibu Protes Petugas Bank

Penukaran Uang Baru di Bogor Ricuh, Puluhan Ibu Protes Petugas Bank

JAWA BARAT
Jadwal Proliga Hari Ini: BJB vs Electric, Falcons Tantang Samator

Jadwal Proliga Hari Ini: BJB vs Electric, Falcons Tantang Samator

SPORT
Setelah Bank DKI dan Jatim, Kini BJB Bakal Dapat Kucuran Dana Purbaya

Setelah Bank DKI dan Jatim, Kini BJB Bakal Dapat Kucuran Dana Purbaya

EKONOMI
Diperiksa 8 Jam Terkait Kasus BJB, Eks Anggota BPK Siap Dipanggil Lagi

Diperiksa 8 Jam Terkait Kasus BJB, Eks Anggota BPK Siap Dipanggil Lagi

NASIONAL
KPK Dalami Aliran Dana Perusahaan Agency ke Bank BJB

KPK Dalami Aliran Dana Perusahaan Agency ke Bank BJB

NASIONAL
Dalami Kasus Tipikor, KPK Panggil Pejabat Bank BJB

Dalami Kasus Tipikor, KPK Panggil Pejabat Bank BJB

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon