BPS: Kalau Tidak Ada Lebaran, Inflasi Agustus Bisa Turun Lagi
Senin, 2 September 2013 | 13:40 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi bulan Agustus mencapai 1,12%, lebih rendah dibandingkan inflasi bulanan pada Juli sebesar 3,29%.
"Inflasi Agustus kalau tidak ada lebaran dan arus balik bisa turun lagi. Karena masih terganjal kebutuhan memenuhi lebaran jadi harga masih tinggi. Itu cukup bagus," ujar Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Senin (2/9).
Inflasi pada Agustus sebesar 1,12% tersebut, menurut Suryamin, terutama dikontribusikan oleh inflasi pada harga yang bergejolak sebesar 1,82 %, Inflasi inti sebesar 1,01%, dan inflasi harga yang diatur pemerintah sebesar 0,62%.
Sedangkan inflasi inti tahunan 8,79% didorong oleh inflasi harga bergejolak sebesar 16,53%, inflasi harga yang diatur pemerintah sebesar 15,4%, dan inflasi inti sebesar 4,48%.
"Inflasi Agustus ini diantaranya disumbangkan oleh kenaikan harga emas, ikan, tarif listrik, tarif angkutan, dan bawang merah," ungkap dia.
Dia menuturkan, inflasi tahunan (year on year) pada Agustus, menurut dia mencapai 8,79%, lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan juli sebesar 8,61%.
Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2013 mencapai sebesar 7,94%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




