Bangun Infrastruktur Papua, Pemerintah Siapkan Insentif
Rabu, 11 September 2013 | 17:58 WIB
Bayah, Banten - Pemerintah mengaku terus mendorong meningkatkan pembangunan infrastruktur di kawasan Papua dan Papua Barat.
Salah satu upaya pemerintah adalah menyiapkan insentif fiskal bagi investor yang membangun infrastruktur di kawasan Timur Indonesia tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa memberikan contoh Group Ganda yang akann membangun pabrik semen di kawasan Papua. Apabila direalisasikan, pemerintah dipastikan memberi insentif tax holiday.
"Saya juga bicara dengan pak Martua Sitorus (Komisaris Ganda) dan pemerintah akan berikan tax holiday kalau bangun di Papua atau Papua Barat," tutur Hatta di sela peresmian peletakkan batu pertama pabrik semen Merah Putih di Bayah, Banten, Rabu (11/9).
Menurut Hatta, kawasan Papua cocok dijadikan lahan pabrik semen karena memiliki sumber daya alam (SDA) yang dibutuhkan, yakni baru gamping. Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi fokus pembangunan pemerintah sehingga dibutuhkan pasokan semen."Cadangan batu gamping (di Papua) luar biasa. Dia tertarik," katanya.
Sementara itu Direktur Utama PT Cemindo Gemilang, produsen semen Merah Putih, Ateng Selamat berpendapat pihaknya tertarik untuk membangun pabrik semen di Papua apabila fasilitas dan infrastruktur diperbaiki. "Potensi SDA pendukungnya juga sangat bagus," kaat dia.
Kendati demikian Ateng menyatakan potensi pabrik yang bisa dibangun di Papua tidak sebesar seperti di kawasan Bayah, Banten. Salah satu alasan utamanya adalah tingkat populasi yang sedikit dibandingkan pulau Jawa.
"Saya pernah kesana dan memang kelihatannya potensinya sangat bagus untuk long term. Cuma kita tidak bisa bangun pabrik skala besar karena populasinya kecil. Ya kita ada minat bangun kesana," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




