Kuartal 3, Laba SMGR Tumbuh 10 persen
Rabu, 19 Oktober 2011 | 16:05 WIB
Namun margin laba tertekan akibat naiknya beban produksi.
Laba bersih PT Semen Gresik Tbk (SMGR) hingga kuartal III-2011 diperkirakan tumbuh 10 persen dibanding periode yang sama tahun 2010 sebesar laba bersih Rp 2,52 triliun. Naiknya pendapatan menjadi pemicu kenaikan laba perseroan.
"Angka pastinya akan kita umumkan minggu depan," kata Presiden Direktur, Dwi Sutjipto Dwi, di Jakarta, hari ini.
Dia mengatakan, pendapatan perusahaan pelat merah periode Januari hingga September tahun ini meningkat sebesar 12 persen dibandingkan September 2011 sebesar Rp 10,29 triliun. "Insya Allah target pendapatan tahun ini tercapai," katanya.
di 2011, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nsemen ini menargetkan produksi 19,5 juta ton produksi, Hingga September tahun ini sudah mencapai 14,5 juta ton.
Dwi mengaku margin laba pada kuartal ketiga akan mengalami sedikit tekanan karena naiknya biaya produksi sebesar 5-10 persen. "Margin sedikit terkoreksi tapi yang pasti bottom line masih naik sebesar 5 sampai 10 persen," ujar Dwi.
Perusahaan terus melakukan efisiensi produksi karena menaikkan harga semen bukan pilihan terbaik mengingat persaingan ketat di industri semen saat ini.
Laba bersih PT Semen Gresik Tbk (SMGR) hingga kuartal III-2011 diperkirakan tumbuh 10 persen dibanding periode yang sama tahun 2010 sebesar laba bersih Rp 2,52 triliun. Naiknya pendapatan menjadi pemicu kenaikan laba perseroan.
"Angka pastinya akan kita umumkan minggu depan," kata Presiden Direktur, Dwi Sutjipto Dwi, di Jakarta, hari ini.
Dia mengatakan, pendapatan perusahaan pelat merah periode Januari hingga September tahun ini meningkat sebesar 12 persen dibandingkan September 2011 sebesar Rp 10,29 triliun. "Insya Allah target pendapatan tahun ini tercapai," katanya.
di 2011, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nsemen ini menargetkan produksi 19,5 juta ton produksi, Hingga September tahun ini sudah mencapai 14,5 juta ton.
Dwi mengaku margin laba pada kuartal ketiga akan mengalami sedikit tekanan karena naiknya biaya produksi sebesar 5-10 persen. "Margin sedikit terkoreksi tapi yang pasti bottom line masih naik sebesar 5 sampai 10 persen," ujar Dwi.
Perusahaan terus melakukan efisiensi produksi karena menaikkan harga semen bukan pilihan terbaik mengingat persaingan ketat di industri semen saat ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




