HeidelbergCement Bangun Pabrik US$500 Juta di Jateng
Kamis, 20 Oktober 2011 | 00:38 WIB
Untuk menambah kapasitas produksinya
HeidelbergCement, perusahaan Jerman yang bergerak di bidang semen, beton dan aktivitas downstream, akan menginvestasikan US$500 juta untuk membangun pabrik semen baru di Pati, Jawa Tengah.
"Mereka ingin secepatnya membangun pabrik semen di Pati, tinggal menunggu masalah perijinan yang berkaitan dengan akusisi lahan," kata Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan RI yang baru saja dilantik, di Jakarta, Rabu (19/10).
Mantan Kepala Badan Koordinarsi Penanaman Modal ini hari ini menjalankan tugas terakhirnya dengan menerima perwakilan dari perusahaan asal Jerman tersebut.
"Saya sudah terlanjur janji akan menemui mereka," jelasnya.
Gita mengatakan bahwa Heidelberg bermaksud membangun pabrik semen baru untuk menambah kapasitas produksinya.
"Cuma perkiraan saya saja, kapasitasnnya bisa 2-3 juta ton. Tapi ini suatu hal yang baik, karena mereka menjadi perusahaan pertama yang membangun pabrik di daerah baru," kata Gita.
HeidelbergCement telah beroperasi di Indonesia sejak 2001, ketika perusahaan tersebut mengakuisisi saham mayoritas di Indocement, perusahaan semen terbesar kedua di Indonesia setelah Semen Gresik. Selain memproduksi semen, Indocement juga memasarkan ready-mix concrete.
Menurut informasi di website HeidelbergCement, Indocement mengoperasikan 3 pabrik semen, 2 di antaranya berlokasi di Jawa dan satu berlokasi di Kalimantan.
Pabrik HeidelbergCement yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat, adalah pabriknya yang terbesar dengan tempat pembakaran (kiln) sebanyak 9 lines. Heidelberg sendiri beroperasi di 40 negara di seluruh dunia, dengan turnover grup keseluruhan sebesar EUR 11,8 miliar tahun lalu.
Meski total konsumsi semen Indonesia sekitar 41 juta ton tahun lalu, atau salah satu yang paling tinggi di Asia Tenggara, konsumsi per kapita Indonesia masih termasuk yang paling kecil di dunia.
HeidelbergCement, perusahaan Jerman yang bergerak di bidang semen, beton dan aktivitas downstream, akan menginvestasikan US$500 juta untuk membangun pabrik semen baru di Pati, Jawa Tengah.
"Mereka ingin secepatnya membangun pabrik semen di Pati, tinggal menunggu masalah perijinan yang berkaitan dengan akusisi lahan," kata Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan RI yang baru saja dilantik, di Jakarta, Rabu (19/10).
Mantan Kepala Badan Koordinarsi Penanaman Modal ini hari ini menjalankan tugas terakhirnya dengan menerima perwakilan dari perusahaan asal Jerman tersebut.
"Saya sudah terlanjur janji akan menemui mereka," jelasnya.
Gita mengatakan bahwa Heidelberg bermaksud membangun pabrik semen baru untuk menambah kapasitas produksinya.
"Cuma perkiraan saya saja, kapasitasnnya bisa 2-3 juta ton. Tapi ini suatu hal yang baik, karena mereka menjadi perusahaan pertama yang membangun pabrik di daerah baru," kata Gita.
HeidelbergCement telah beroperasi di Indonesia sejak 2001, ketika perusahaan tersebut mengakuisisi saham mayoritas di Indocement, perusahaan semen terbesar kedua di Indonesia setelah Semen Gresik. Selain memproduksi semen, Indocement juga memasarkan ready-mix concrete.
Menurut informasi di website HeidelbergCement, Indocement mengoperasikan 3 pabrik semen, 2 di antaranya berlokasi di Jawa dan satu berlokasi di Kalimantan.
Pabrik HeidelbergCement yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat, adalah pabriknya yang terbesar dengan tempat pembakaran (kiln) sebanyak 9 lines. Heidelberg sendiri beroperasi di 40 negara di seluruh dunia, dengan turnover grup keseluruhan sebesar EUR 11,8 miliar tahun lalu.
Meski total konsumsi semen Indonesia sekitar 41 juta ton tahun lalu, atau salah satu yang paling tinggi di Asia Tenggara, konsumsi per kapita Indonesia masih termasuk yang paling kecil di dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




