Kinerja Pertanian, Pemerintah Indikasikan Kesejahteraan Petani Meningkat
Kamis, 24 Oktober 2013 | 13:57 WIB
Jakarta - Pemerintah menyatakan, kesejahteraan petani di Indonesia meningkat. Hal tersebut terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang menjadi salah satu indikator kesejahteraan.
Berdasarkan data Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) yang diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian (Kemtan) Kamis (24/10) menyatakan, NTP pada tahun 2004 mencapai 100,96, sementara tahun 2012 naik menjadi 105,87.
Sebagai gambaran, nilai NTP lebih dari 100 menunjukan NTP pada suatu periode tertentu lebih baik dibandingkan NTP pada tahun mendasar.
Untuk produktivitas tanaman pangan, juga mengalami kenaikan dari tahun 2004 sebesar 45,36 ku per ha meningkat menjadi 51,36 ku per ha. Untuk tanaman jagung, pada tahun 2004 sebesar 33,44 ku per ha melonjak menjadi 48,93 ku per ha pada tahun 2012. Sementara untuk kedelai pada tahun 2004 mencapai 12,8 ku per ha naik menjadi 15 ku per ha.
"Sementara komoditas kakao dengan pertumbuhan 0,53 persen berproduksi 691.000 ton pada tahun 2004. Sedangkan pada 2012 tumbuh 17,00 persen berproduksi 833.300 ton pada tahun 2012," tulis data tersebut.
Selain produksi, luas panen padi dan jagung tercatat bertambah. Luas panen padi pada 2004 mencapai 11.922 juta hektar (ha) menjadi 13.433 juta ha di 2012. Jagung pada tahun 2004 sebesar 3.356 juta ha naik menjadi 3.959 juta ha pada 2012.
Sementara untuk luas wilayah panen kedelai tidak disertakan. Kedelai merupakan komoditas yang belakangan mengalami kenaikan harga. Bahkan untuk mengatasinya pemerintah sementara membebaskan bea masuk impor kedelai. Akibat harga tinggi para perajin tempe tahu yang memanfaatkan kedelai sempat mogok berproduksi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




