ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI: Transaksi Modal dan Finansial Surplus US$ 4,9 M

Kamis, 14 November 2013 | 07:09 WIB
G
B
Penulis: GRC | Editor: B1
Gedung Bank Indonesia
Gedung Bank Indonesia (AFP Foto/Istimewa)

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengklaim, respons kebijakan BI dan strategi pembiayaan fiskal di tengah berbagai risiko di pasar keuangan global, menopang kinerja transaksi modal dan finansial (TMF).

Pada triwulan III-2013, TMF mencatat surplus sebesar US$ 4,9 miliar, terutama didukung oleh arus masuk investasi langsung asing (PMA). PMA tercatat meningkat menjadi US$ 5,4 miliar dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar US$ 4,7 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, investasi portofolio asing tercatat positif seiring kembali masuknya aliran modal asing pada instrumen portofolio berdenominasi rupiah. Hal itu, kata Difi, terjadi karena respon positif terhadap langkah antisipatif BI dalam meredam kenaikan ekspektasi inflasi.

"Yaitu dengan kenaikan BI rate dan pengelolaan nilai tukar yang sesuai dengan nilai fundamentalnya. Hal ini didukung pula oleh langkah pemerintah menerbitkan obligasi valuta asing (valas) sebagai salah satu sumber pembiayaan fiskal," tutur Difi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (13/11).

ADVERTISEMENT

Secara total, rendahnya arus masuk investasi portofolio di awal triwulan menyebabkan surplus TMF triwulan III-2013 lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya. Meskipun demikian, terjadi perbaikan komposisi aliran modal masuk karena aliran modal swasta pada triwulan III-2013 lebih didominasi oleh peningkatan arus masuk PMA.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mencatat defisit yang relatif sama dengan triwulan sebelumnya, meskipun pada triwulan III-2013 terjadi perbaikan kinerja transaksi berjalan. Surplus TMF berkurang pada periode yang sama, sehingga menyebabkan defisit NPI pada triwulan III-2013 sebesar US$ 2,6 miliar atau relatif sama dengan defisit pada
triwulan sebelumnya sebesar US$ 2,5 miliar.

"Dengan perkembangan tersebut, cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir September 2013 tercatat sebesar US$ 95,7 miliar, namun kemudian meningkat US$ 1,3 miliar menjadi US$ 97,0 miliar pada akhir Oktober 2013," papar Difi.

Posisi cadev tersebut setara dengan 5,5 bulan impor atau setara dengan 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. BI memandang jumlah tersebut cukup aman untuk mendukung ketahanan sektor eksternal dan berada di atas standar kecukupan internasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

MULTIMEDIA
Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

NASIONAL
BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

EKONOMI
BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon