Pertumbuhan Industri Semen 2014 Tidak Akan Sekuat Tahun Ini
Rabu, 11 Desember 2013 | 11:01 WIB
Jakarta - Industri semen diperkirakan masih akan tumbuh di atas 5 persen tahun 2014, meskipun tidak sekuat tahun ini, akibat melambatnya industri properti dan anggaran infrastuktur pemerintah yang tidak banyak berubah.
"Kami memperkirakan industri semen akan tumbuh 5,7 persen tahun depan, seiring dengan pertumbuhan PDB di level yang sama," ujar Helmy Kristanto, analis semen dari Danareksa Sekuritas, hari ini.
Danareksa memperkirakan hingga akhir tahun 2013, penjualan semen akan mencapai 58,4 juta ton, naik 6,3 persen dari tahun lalu. Akan tetapi, pertumbuhan tahun ini diperkirakan masih di bawah estimasi awal Danareksa sebesar 8 persen.
Helmy mengatakan untuk tahun depan, pertumbuhan semen diperkirakan akan melambat seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi dan kebijakan pemerintah untuk mengurangi defisit neraca berjalan.
"Anggaran pemerintah untuk infrastruktur tahun depan sekitar Rp 208 triliun atau 2,3 persen dari PDB, kurang lebih sama dengan anggaran tahun ini," ujar Helmy.
Industri properti yang menjadi konsumen terbesar semen diperkirakan akan melambat akibat bunga KPR yang lebih tinggi.
Dia menambahkan Peraturan Menteri Perdagangan no.40/2013 yang membatasi importasi clinker dan semen diperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap industri semen lokal.
Permendag tersebut malah diperkirakan akan merangsang produsen semen lokal untuk menambah kapasitas produksi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




