ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pendapatan Bersih Indocement Naik 20,6 Persen

Selasa, 1 November 2011 | 08:46 WIB
S
B
Penulis: SIT | Editor: B1
Ilustrasi distribusi produk Indocement.
Ilustrasi distribusi produk Indocement. (Antara/Reza Fitriyanto)
Kenaikan harga dan kuatnya penjualan domestik disebut ikut mendorong peningkatan pendapatan Indocement.

Pendapatan bersih PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk pada kuartal ketiga 2011, tercatat meningkat sebesar 20,6 persen menjadi Rp 9.779,6 miliar, dibanding tahun 2010 yang mencapai Rp 8.108,0 miliar.

"Peningkatan pendapatan itu didukung kuatnya penjualan domestik, serta kenaikan harga domestik sebesar 3 persen pada bulan Oktober 2010 dan 1,5 persen pada bulan Juli 2011," kata Sekretaris Perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Sahat Panggabean, di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa pagi.

Sahat juga menjelaskan, bahwa laba kotor dalam jumlah absolut naik 12,0 persen, menjadi Rp 4.585,6 miliar (tahun 2010 Rp 4.094,7 miliar). Namun, kata dia, marjin laba kotor turun menjadi 46,9 persen dari 50,5 persen, dikarenakan kenaikan harga yang telah diterapkan sejauh ini tak dapat mengkompensasikan kenaikan biaya energi yang cukup besar sejak kuartal terakhir 2010.

Disebutkan Sahat, bahwa untuk mengimbangi kenaikan biaya energi ini, perseroan tetap meneruskan usaha-usaha efisiensi biaya untuk mengoptimalkan pembelian dan operasional "supply chain". Selain itu katanya, penguatan nilai rupiah terhadap dolar AS pada tahun 2011 ini juga memberi sedikit dampak positif, di mana sekitar 60 persen dari pembelian perseroan adalah dalam dolar AS.

Mengenai beban usaha, Sahat menyebutkan ada kenaikan sebesar 24,0 persen menjadi Rp 1.390,1 miliar (tahun 2010 Rp 1.120,7 miliar), disebabkan naiknya biaya pengangkutan mengikuti peningkatan volume penjualan.

Sahat mengatakan bahwa secara keseluruhan, perseroan tetap berhasil meningkatkan laba usaha sebesar 7,4 persen menjadi Rp 3.195,6 miliar. Sedangkan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi), katanya, juga meningkat sebesar 6,9 persen menjadi Rp 3.678,2 miliar (tahun 2010 Rp 3.440,4 miliar).

"Pada hasil akhir, laba bersih meningkat sebesar 8,8 persen menjadi Rp 2.590,7 miliar, sedangkan tahun 2010 Rp 2.382,3 miliar," kata Sahat pula.

Sementara itu, Corporate Communication Department Head Indocement, Aldo Yuliardy menambahkan, perusahaan semen terbesar kedua di Indonesia itu kini memiliki tiga pabrik, yakni di Citeureup (Kabupaten Bogor), Palimanan, Cirebon; serta Tarjun, Kota Baru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Saat ini katanya, kapasitas produksi mereka adalah sebesar 18,6 juta ton semen per tahun. Rinciannya, pabrik Citeureup memiliki sembilan unit produksi dengan kapasitas 11,9 juta ton, pabrik Palimanan Cirebon memiliki dua unit produksi dengan kapasitas 4,1 juta ton; serta di Tarjun, Kota Baru, Kalsel, kapasitas per tahunnya mencapai 2,6 juta ton dari satu unit produksi.

Aldo menambahkan, perseroan percaya bahwa permintaan domestik masih menjanjikan untuk saat ini dan masa yang akan datang. Oleh karena itu, perusahaan itu saat ini telah melakukan studi kelayakan tahap akhir, untuk membangun dua pabrik semen baru dengan kapasitas produksi masing-masing 2,5 juta ton per tahun, yakni di Jawa Tengah dan satu di luar Jawa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Indocement Bentuk Usaha Patungan Mortar Senilai Rp 455 Miliar

Indocement Bentuk Usaha Patungan Mortar Senilai Rp 455 Miliar

EKONOMI
Indocement Minta Maaf Soal Hujan Debu Semen di Citeureup Bogor

Indocement Minta Maaf Soal Hujan Debu Semen di Citeureup Bogor

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon