ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Semen Indonesia Targetkan Penjualan 31 Juta Ton di 2014

Kamis, 2 Januari 2014 | 08:49 WIB
AA
FH
Penulis: Amrozi Amenan | Editor: FER
Dari kiri ke kanan: Dirut PT Semen Tonasa Unggul Attas, Dirut Thang Long Cement (TLCC) Johan Samudra, Dirut Bursa Efek Indonesia Ito Warsito, Dirut PT Semen Indonesia Tbk Dwi Soetjipto, Ketua Asosiasi Semen Indonesia Widodo, Dirut PT Semen Padang Munadi, saat berkunjung ke Pabrik TLCC di Hanoi, Vietnam dalam rangka setahun bergabungnya TLCC menjadi anak usaha Semen Indonesia Tbk.
Dari kiri ke kanan: Dirut PT Semen Tonasa Unggul Attas, Dirut Thang Long Cement (TLCC) Johan Samudra, Dirut Bursa Efek Indonesia Ito Warsito, Dirut PT Semen Indonesia Tbk Dwi Soetjipto, Ketua Asosiasi Semen Indonesia Widodo, Dirut PT Semen Padang Munadi, saat berkunjung ke Pabrik TLCC di Hanoi, Vietnam dalam rangka setahun bergabungnya TLCC menjadi anak usaha Semen Indonesia Tbk. (Majalah Investor/Putu Anggraeni/MI)

Gresik - Meski situasi ekonomi 2014 masih dilingkupi ketidakpastian dan banyak tantangan yang harus dilalui, Semen Indonesia Group menargetkan penjualan semen sebanyak 31 juta ton dengan laba bersih tumbuh minimal 10%.

Menurut Dirut Semen Indonesia, Dwi Sutjipto, situasi politik di tahun 2014 akan menjadi tantangan tersendiri untuk industri semen. Selain itu, bunga pinjaman diprediksi akan meningkat dan lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Kondisi ini, kata dia, tentunya akan berdampak pada investasi masyarakat yang akan membangun. Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar juga masih akan berlanjut. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan turun dibanding tahun lalu yang mencapai 14 persen.

"Meski begitu, kami tetap optimis pertumbuhan penjualan semen di Indonesia masih tumbuh 6% dan penjualan Semen Indonesia bisa mencapai 31 juta ton. Kami akan terus fokus menjaga market share pada kisaran 44%," katanya pada acara "Tutup Tahun 2013" di Gresik, Jawa Timur, Selasa, (31/12).

ADVERTISEMENT

Untuk mendukung rencana tersebut, beberapa strategi telah dipersiapkan perseroan. Sebagai langkah awal, kata dia, perseroan akan memproduksi semen dengan tipe tertentu sebagai variasi permintaan pasar, menyatukan produksi, sinergi dalam pemasaran, sedangkan dalam hal distribusi dan transportasi Semen Indonesia akan mengoptimalkan seluruh packing plant yang dipunyai. Termasuk mengoptimalkan mesin packing yang ada sekarang.

Dwi menjelaskan selama 2013 Semen Indonesia yang merupakan holding company dari Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa serta Thang Long Cement Vietnam, mencatat kinerja yang menggembirakan dengan penguasaan pasar domestik sebesar 43,8%.

Penjualan Semen Indonesia dipasar domestik dan ekspor hingga November 2013 mencapai 23,41 juta ton naik 14,6% dibanding tahun sebelumnya sebesar 20,43 juta ton. Untuk ekspor sebesar 317,56 ribu ton ada kenaikan sebesar 335,3% dibanding tahun sebelumnya sebesar 72,95 ribu ton.

Sedangkan penjualan hingga Desember 2013, diperkirakan mencapai 27,95 juta ton, naik 28% dibanding tahun lalu. Dengan rincian penjualan Semen Gresik sebesar 13.64 juta ton, semen Padang 7,27 juta ton, Semen Tonasa 6,33 juta ton dan TLCC 2,29 juta ton. Sedangkan pendapatan mencapai Rp 22,5 triliun, naik 26% dibanding tahun lalu.

Menurut Dwi, capaian yang telah diperoleh Semen Indonesia menjadi market leader merupakan buah dari keunggulan produk yang dimiliki serta penerapan strategi pemasaran yang terpadu.

"Keberadaan Pelabuhan khusus serta Packing Plant yang tersebar diseluruh Indonesia juga sangat membantu dalam efisiensi terutama dalam hal biaya transportasi dan distribusi," tambah dia.

Hingga saat ini, kata Dwi, Semen Indonesia telah memiliki 4 pabrik semen yaitu 3 lokasi pabrik di Indonesia yang letaknya secara geografis sangat strategis yaitu Semen Padang di Sumatera, Semen Gresik di Jawa serta Semen Tonasa di Sulawesi dan memiliki 1 lokasi pabrik di luar negeri yaitu Thang Long Cement di Vietnam.

Perseroan memiliki Cement Mill sebanyak 22 unit, packing plant 21 unit serta sarana perluasan jangkauan pasar yang ditunjang dengan keberadaan pelabuhan khusus (special sea port) semen yang dimiliki perseroan. Pelabuhan itu untuk menjamin kecepatan waktu bongkar muat semen. Saat ini, ada 11 pelabuhan khusus yang dimiliki perseroan, yaitu di Padang, Tuban, Gresik, Biringkasi, Dumai, Ciwandan, Banyuwangi, Sorong dan dua pelabuhan di Vietnam.

Dia menambahkan perseroan juga terus berupaya memperluas jangkauan pasar. Rencananya pada 9 Januari 2014 mendatang Semen Indonesia akan meresmikan pabrik pengemasan atau packing plant di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Unit packing plant di Banjarmasin ini akan semakin memperkuat eksistensi dan ekspansi bisnis perseroan. Ini adalah bagian dari strategi perseroan agar bisa semakin dekat dengan konsumen, moving closer to the customer," ujar Dwi.

Packing plant Banjarmasin memiliki 1 buah silo dengan kapasitas 600 ribu ton semen per tahun, dilengkapi 2 line semen bag dengan rotary packer berkapasitas 2200 bag/jam dan 1 line curah dengan kapasitas 120 ton/jam serta dilengkapi dermaga yang bisa disandari kapal dengan kapasitas sebesar 5.000 DWT. Silo tersebut berfungsi untuk menampung semen sebelum masuk ke unit pengemasan. Adapun investasi yang dikucurkan perseroan untuk proyek ini, mencapai Rp 120 miliar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Indocement Minta Maaf Soal Hujan Debu Semen di Citeureup Bogor

Indocement Minta Maaf Soal Hujan Debu Semen di Citeureup Bogor

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon