Peneliti: Pemilu Tak Miliki Dampak Signifikan Terhadap Ekonomi
Sabtu, 18 Januari 2014 | 00:33 WIB
Jakarta - Peneliti lembaga riset Pusat Data Bersatu Daniel Rembeth mengatakan, kegiatan Pemilihan Umum 2014 tidak akan berdampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi.
"Kekhawatiran melemahnya ekonomi itu sebetulnya tidak terbukti. Buktinya dalam pemilu sebelumnya indeks IHSG terus naik," kata Daniel di Jakarta, Jumat (17/1).
Menurut Daniel, banyak pihak beranggapan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami penurunan menjelang putaran pemilu tahun ini.
Padahal, jika dilihat riwayatnya, sejak 1999 justru ada peningkatan yang signifikan dalam grafik IHSG.
"Pada tahun 1999 misalnya, itu naik 71 persen 'year on year' dari level 398 ke 676. Mungkin memang terpengaruh dari pemulihan pascakrisis ekonomi 1998," katanya.
Selanjutnya, pada 2004, IHSG naik 45 persen dari level 691 ke 1.000. Pada 2009, IHSG kembali melejit hingga 87 persen dari level 1.335 ke 2.534 "year on year".
"Sekarang juga mulai naik, tapi naiknya seperti 'roller coaster', naik turun. Tapi naiknya lebih baik dari tiga bulan yang lalu," katanya.
Daniel memperkirakan, saat ini emiten dan investor tengah menahan dan mempersiapkan diri untuk waktu yang potensial seperti setelah Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.
"Kalau Pemilu ini murah, dalam arti tidak perlu dua putaran, ini (indeks) bisa naik lebih cepat. Kita harap 'rebound' akan terjadi. Mungkin akan turun di April dan naik lagi setelah Pilpres," ujarnya.
Daniel juga mengingatkan Pemilu tahun ini tentu berdampak positif bagi perekonomian karena uang akan lebih banyak mengalir di masyarakat dari kegiatan kampanye partai politik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




