ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Merger Holcim dan Lafarge Ciptakan Raksasa Semen Dunia

Selasa, 8 April 2014 | 00:09 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi semen.
Ilustrasi semen. (ANTARA/Rosa Panggabean/Rosa Panggabean)

Switzerland - Produsen semen dunia asal Swiss, Holcim akan melakukan merger den gan membeli produsen semen asal Perancis, Lafarge pada Senin (7/4).

Aksi korporasi ini akan membentuk nilai kapitalisasi pasar saham mencapai US$ 60 miliar dan penjualan US$ 44 miliar.

Dalam merger tersebut, setiap pemegang saham Lafarge akan menerima satu saham Holcim. Nantinya pemegang saham Holcim memiliki 53 persen saham di perusahaan hasil merger tersebut. Perusahaan hasil merger akan berbasis di Swiss dan terdaftar di bursa saham Zurich dan Paris.

Kesepakatan merger itu akan membentuk nilai pasar hampir US$ 60 miliar. Aksi korporasi ini bertujuan untuk memangkas biaya, utang di tengah melambungnya harga energi, persaingan ketat dan melemahnya permintaan sejak krisis ekonomi 2008.

ADVERTISEMENT

Kesepakatan ini akan menarik perhatian European Competition Watchdogs, hal itu mengingat Lafarge dan Holcim akan memiliki posisi dominan di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Saat ini Lafarge memiliki kekuatan pangsa pasar di Afria dan Timur Tengah.

Sementara itu, Holcim kuat di Amerika Latin. Kedua perusahaan ini juga memiliki kapasitas overlapping di sejumlah negara seperti Perancis, Jerman, Spanyol, Romania, Serbia dan Republik Czech.

Analis mengatakan, gabungan kekuatan Holcim dalam pemasaran, dan inovasi Lafarge dapat menghasilkan penghematan besar.

"Jalan menuju merger akan panjang, kompleks dan tidak pasti," kata analis firma hukum Berwin Leighton Paisner, David Anderson di Brussels.

Dia mencatat bahwa industri semen memiliki sejarah panjang kartel di seluruh dunia dan sudah di bawah pengawasan.

Beberapa analis percaya regulator bisa memblokir merger, meskipun sebagian besar mengharapkan kesepakatan itu terjadi.

Grup Holcim asal Swiss ini telah melakukan ekspansi usaha di lebih dari 70 negara. Perusahaan yang mulai produksi pada 1912 ini telah mempekerjakan sekitar 71.000 karyawan. Sementara itu, Lafarge memiliki 65.000 pekerja di 64 negara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon