ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Diminta Normalkan Harga Semen

Jumat, 18 November 2011 | 09:14 WIB
Z
FH
Penulis: ZAL | Editor: FER
ilustrasi semen
ilustrasi semen (Antara)
Pemerintah harus menormalkan harga semen di Mamuju.

Sejumah kontraktor di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat mengeluhkan harga semen di pasaran tiba-tiba melonjak dari Rp 40 ribu menjadi Rp 60 ribu/perzak.

"Semen tiba-tiba melonjak dalam sepekan terakhir, ketika proyek akan dikerjakan kontraktor setelah ditenderkan pemerintah, "kata Bakri salah seorang kontraktor di Mamuju, hari ini.

Ia mengatakan, harga semen yang dijual pedagang di Mamuju, tiba-tiba melonjak dari harga sekitar 40 ribu per zak menjadi Rp60 ribu per zak tanpa alasan yang jelas dari pedagang dipasaran yang menjualnya. Ia mengeluhkan kondisi tersebut karena akan membuat para kontraktor yang membutuhkan semen untuk proyek pembangunan fisik seperti sarana sekolah dan bangunan kesehatan, akan merugi.

"Jelas kami akan rugi kalau seperti ini karena harga penawaran kami dalam setiap rencana anggaran biaya (RAB) proyek harga semen tidak seperti yang ada di pasaran saat ini penawaran kami sangat rendah dari itu,"katanya.

Ia mengaku kaget dengan kondisi itu karena terancam merugi akibat pekerjaan proyeknya tidak akan mendapat untung sehingga dirinya meminta pemerintah menormalkan harga semen dipasaran itu.

"Kami khawatir jangan-jangan pedagang mencari untung pada musim pekerjaan proyek tahun ini, kalau seperti ini pedagang harus diawasi pemerintah jangan sampai merugikan masyarakat seperti kontraktor seperti ini,"katanya.

Menurut dia, pemerintah harus turun memantau harga semen di pasaran dan menindak pedagang yang mempermainkan harga, agar para kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah di Mamuju tidak mengalami kerugian.

"Selain harganya melonjak, semen di Mamuju juga mengalami kelangkaan, ini juga harus dipantau pemerintah,"katanya.

Senada dikatakan, Muskin ia berharap pemerintah menormalkan harga semen di Mamuju, jangan sampai proyek di Mamuju banyak tidak rampung dikerjakan kontraktornya karena mereka kekurangan dana pekerjaan proyek.

"Pemerintah harus menormalkan harga semen di Mamuju dari pada proyek pekerjaan kontraktor banyak yang tidak selesai nantinya karena kekurangan dana untuk penyelesaian pekerjaannya akibat kenaikan harga semen dipasaran ini,"katanya

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ultimatum Walkot Surabaya ke Kontraktor: Wajib Pakai Pekerja Lokal

Ultimatum Walkot Surabaya ke Kontraktor: Wajib Pakai Pekerja Lokal

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon