Tiga Bank Biayai Pengembangan Pabrik Thang Long Cement
Rabu, 18 Juni 2014 | 18:44 WIB
Jakarta - Bank Mandiri bersama Standard Chartered Bank dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), mengucurkan kredit sindikasi senilai USD 100 juta ke Thang Long Joint Stock Company ('TLCC'), anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Vietnam.
Kredit sindikasi dengan jangka waktu 6 tahun tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan pabrik semen TLCC di Vietnam. Pada kerjasama pembiayaan ini, Bank Mandiri dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai Mandated Lead Arrangers & Bookrunners.
Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok mengatakan, pembiayaan sindikasi ini merupakan upaya Bank Mandiri mendukung ekspansi bisnis Semen Indonesia Group di kawasan Asia Tenggara, dan karena pendanaan ini untuk perusahaan di luar negeri maka operasional pelaksanaannya dilakukan oleh Bank Mandiri Cabang Hongkong dan Singapura.
"Industri semen di kawasan Asia Tenggara sangat potensial, seiring dengan pengembangan infrastruktur di masing-masing negara. Sebagai bank milik Indonesia, kami ingin mendukung upaya Semen Indonesia menjadi pemain utama di kawasan Asia Tenggara," kata Fransisca, dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (18/6).
Komitmen perseroan dalam mendukung ekspansi bisnis Semen Indonesia Group, lanjut Fransisca, sebelumnya juga telah direalisasikan melalui pemberian fasilitas non cash loan dengan limit Rp1,4 triliun kepada PT Semen Gresik.
Fasilitas itu, lanjut dia, untuk mendukung pembangunan Pabrik Semen dengan kapasitas 3 juta ton per tahun di Rembang, Jawa Tengah. Bank Mandiri juga memberikan fasilitas kredit investasi senilai Rp1,95 triliun untuk pembangunan pabrik PT Semen Padang di Indarung, Sumatera Barat .
Managing Director Head of Corporate & Institutional Client, Standard Chartered Bank Indonesia Sarab Bhutani mengatakan, pinjaman ini merupakan bagian dari komitmen Here for good perseroan untuk mendukung pasar ASEAN, di mana Standard Chartered Bank memiliki perwakilan di ke-10 negara anggotanya.
Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto, mengemukakan, kerjasama finansial dengan Bank Mandiri, Standard Chartered Bank, dan SMBC, dapat mendukung ekspansi bisnis Semen Indonesia Group di kawasan regional melalui pembiayaan untuk cement plant milik salah satu anak usaha Perseroan yaitu TLCC, di Vietnam.
"Semenjak diakuisisi bulan Desember 2012 yang lalu, kinerja TLCC semakin membaik, berkat keberhasilan melakukan post merger integration dan implementasi SAP untuk mendukung proses bisnis TLCC," ujar Dwi.
Sepanjang tahun 2013, kinerja TLCC mengalami perbaikan dan pada kuartal IV tahun 2013 TLCC mulai membukukan laba usaha. Kinerja yang membaik tercermin dari meningkatnya EBITDA sebesar 15%, dari 351 miliar VND menjadi 404 miliar VND dan EBITDA margin dari 14% di tahun 2012 menjadi 19% di tahun 2013.
Kemudian mampu menurunkan beban bunga dari sebelumnya 481 miliar VND di tahun 2012 menjadi 289 miliar VND di tahun 2013. Kemampuan menurunkan biaya bunga dan kinerja yang terus meningkat mendorong tumbuhnya laba usaha dari 96,1 miliar VND di tahun 2012 menjadi 104,6 miliar VND di tahun 2013.
Saat ini kapasitas produksi TLCC sebesar 2,3 juta ton telah terutilisasi sebesar 100% dan membutuhkan peningkatan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. Selain untuk memenuhi kebutuhan semen di pasar Vietnam, produk TLCC difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Saat ini produk TLCC sudah mampu menembus pasar semen di kawasan ASEAN seperti Kamboja, Laos dan Singapura serta pasar Amerika Latin yaitu Peru. Untuk dapat bersaing di pasar ekspor, TLCC telah berinovasi dengan memproduksi PCB 50 (setara dengan OPC atau Tipe I) yang sesuai dengan syarat mutu dari pasar yang akan dimasuki.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




