Wamenkeu Ingatkan Pentingnya Investasi Pemuda-Pemudi
Senin, 14 Juli 2014 | 16:12 WIB
Jakarta - Seminar Hari Kependudukan Dunia dengan tema "Investing in Young People in Indonesia" di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/7) diselenggarakan oleh Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA). Wakil Menteri Keuangan Bambang P. Brodjonegoro turut hadir dan memberikan keynote speech dalam seminar ini.
Bambang mengatakan, isu bonus demografi atau melonjaknya jumlah usia produktif Indonesia, dapat menjadi aset bahkan beban. Jumlah anak muda usia 16-30 tahun (rentang usia generasi muda yang digunakan pemerintah Indonesia) berdasarkan sensus penduduk Indonesia 2010 adalah 62,3 juta jiwa, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik.
"Bonus demografi jika tidak diatur dengan baik maka akan menjadi beban. Artinya kita bisa terjebak dalam middle income trap, tapi bisa juga membuat Indonesia keluar dari middle income trap, dan bergeser kepada upper income," tutur Bambang.
Wamenkeu mencontohkan Korea Selatan yang melakukan kebijakan dalam manajemen ekonominya dengan memanfaatkan bonus demografi yaitu mengirim banyak anak muda untuk belajar di luar negeri. Penggunaan bonus demografi melalui pendekatan modal intelektual merupakan dasarnya.
"Sama dengan Korea, saat ini Kementerian Keuangan memiliki program beasiswa anak Indonesia seperti LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), untuk mengirim anak Indonesia untuk bersekolah di universitas-universitas terbaik dunia, dengan kewajiban harus kembali pulang dan mengabdi ke Indonesia, agar Indonesia punya daya saing," ujarnya.
Ia juga menambahkan, salah satu kebjakan yang dilakukan oleh Kemkeu yaitu, kebijakan yang terkait dengan insentif perpajakan. "Mungkin kadang kita sulit mendorong perusahaan-perusahaan untuk melakukan training serta research and development bagi pekerja. Apabila perusahaan tersebut bisa melakukan kegiatan-kegiatan itu, perusahaan berpeluang mendapat insentif pajak," kata Bambang dalam keynote speechnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




