Holcim Targetkan Penjualan 75 Juta Ton di 2012
Selasa, 6 Desember 2011 | 17:20 WIB
Proyek infrastruktur dan properti masih akan tetap menjadi pendorong pertumbuhan
Produsen semen Holcim menargetkan penjualan di tahun 2012 naik tipis menjadi sebesar 75 juta ton, didorong oleh permintaan yang tinggi di sektor infrastruktur dan properti.
Rusli Setiawan, relationship management director holcim mengatakan, produksi Holcim tahun 2012, diperkirakan naik tipis 200 ribu ton menjadi 7,5 juta ton dan menjaga pangsa pasarnya di kisaran 15 persen.
"Permintaan semen naik kurang lebih 5 juta ton per tahun. Tahun ini diperkirakan sekitar 45 juta ton dan tahun depan 50 juta ton. Target kami adalah menjaga pangsa pasar di kisaran 15 persen," kata Rusli, di Jakarta, Selasa (6/12).
Rusli mengatakan hingga akhir tahun ini, perusahaan on track mencapai target penjualan 7,3 juta ton dan pendapatan sekitar Rp 7 triliun dengan laba Rp 1 triliun.
"Untuk 2012, agak sulit memperkirakan pendapatan karena kami perkirakan akan ada kenaikan biaya produksi akibat kenaikan listrik dan naiknya harga batubara," ujarnya.
Proyek infrastruktur dan properti masih akan tetap menjadi pendorong pertumbuhan karena permintaan dari kedua sektor tersebut selalu tinggi sementara kapasitas industri sudah tidak mencukupi (sekitar 50 juta ton).
Untuk menjaga pangsa pasar tersebut, rusli mengatakan Holcim menyiapkan belanja modal untuk tiga tahun ke depan sebesar US$ 400 juta - US$ 500 juta, dimana sebagian besar akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik baru di Tuban, Jawa Timur.
"Fokus kami saat ini adalah menyelesaikan pembangunan pabrik di Tuban. Target penyelesaian adalah tahun 2013," ujarnya.
Pabrik di Tuban diperkirakan akan menelan investasi sebesar US$450 juta dan berkapasitas 1.7 juta ton. Setelah selesai kapasitas total akan menjadi 10 juta ton.
Untuk mendanai capex, Holcim tengah menjajaki pinjaman dari sindikasi perbankan asing sebesar US$200 juta.
Produsen semen Holcim menargetkan penjualan di tahun 2012 naik tipis menjadi sebesar 75 juta ton, didorong oleh permintaan yang tinggi di sektor infrastruktur dan properti.
Rusli Setiawan, relationship management director holcim mengatakan, produksi Holcim tahun 2012, diperkirakan naik tipis 200 ribu ton menjadi 7,5 juta ton dan menjaga pangsa pasarnya di kisaran 15 persen.
"Permintaan semen naik kurang lebih 5 juta ton per tahun. Tahun ini diperkirakan sekitar 45 juta ton dan tahun depan 50 juta ton. Target kami adalah menjaga pangsa pasar di kisaran 15 persen," kata Rusli, di Jakarta, Selasa (6/12).
Rusli mengatakan hingga akhir tahun ini, perusahaan on track mencapai target penjualan 7,3 juta ton dan pendapatan sekitar Rp 7 triliun dengan laba Rp 1 triliun.
"Untuk 2012, agak sulit memperkirakan pendapatan karena kami perkirakan akan ada kenaikan biaya produksi akibat kenaikan listrik dan naiknya harga batubara," ujarnya.
Proyek infrastruktur dan properti masih akan tetap menjadi pendorong pertumbuhan karena permintaan dari kedua sektor tersebut selalu tinggi sementara kapasitas industri sudah tidak mencukupi (sekitar 50 juta ton).
Untuk menjaga pangsa pasar tersebut, rusli mengatakan Holcim menyiapkan belanja modal untuk tiga tahun ke depan sebesar US$ 400 juta - US$ 500 juta, dimana sebagian besar akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik baru di Tuban, Jawa Timur.
"Fokus kami saat ini adalah menyelesaikan pembangunan pabrik di Tuban. Target penyelesaian adalah tahun 2013," ujarnya.
Pabrik di Tuban diperkirakan akan menelan investasi sebesar US$450 juta dan berkapasitas 1.7 juta ton. Setelah selesai kapasitas total akan menjadi 10 juta ton.
Untuk mendanai capex, Holcim tengah menjajaki pinjaman dari sindikasi perbankan asing sebesar US$200 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




