Kenaikan BBM Berdampak Positif dalam Jangka Panjang
Selasa, 18 November 2014 | 14:16 WIB
Jakarta - Direktur Panin Sekuritas Menas Shahaan menilai kenaikan harga BBM akan memicu pertumbuhan ekonomi hingga di atas 5 persen dalam jangka waktu lima tahun ke depan.
"Penghematan kenaikan harga BBM sekita Rp 90 triliun per tahun, dalam jangka panjang akan menimbulkan multiplier effect yang positif, penambahan lapangan pekerjaan, penguatan ekonomi daerah dan pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi," katanya usai interview nominasi online trading terbaik Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (18/11).
Lebih lanjut, ia menilai kenaikan harga BBM akan menghemat konsumsi BBM dan mengurangi beban pemerintah akibat ruang fiskal yang sempit, sehingga subsidi BBM bisa direalokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan kesehatan.
"Mudah-mudahan hasil kenaikan BBM benar-benar disalurkan ke bisnis baru seperti infrastruktur agar sistem transportasi semakin. Kami optimis jika melihat kasus MRT Jakarta," tambahnya.
Namun demikian pasar modal akan terkoreksi di awal pascakenaikan harga BBM. Inflasi dalam jangka pendek dinilai akan menggerus margin emiten, sehingga pendapatan tahunan perusahaan akan terkoreksi dan kemudian berbalik menguat di tahun berikutnya.
"Saya tidak bisa pastikan IHSG di level berapa, karena ini sangat relatif, IHSG bisa turun tapi saham emiten naik begitu juga sebaliknya," tambahnya.
Panin Sekuritas saat ini memiliki 7.500 nasabah aktif, 5.400 di antaranya merupakan nasabah online trading reksa dana saham. Sekuritas tersebut tengah mengembangkan fitur online trading reksa dana, selain fitur online trading syariah yang telah dimilikinya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




