Inflasi Februari Diproyeksi 0,1%
Jumat, 27 Februari 2015 | 13:52 WIB
Jakarta -Riset PT Mandiri Sekuritas memprediksi, Indeks Harga Konsumen (CPI) atau inflasi bulan Februari 2015 sebesar 0,1 persen (mounth on mounth/MoM). Angka itu mencerminkan inflasi tahunan 6,78 persen atau melambat dari posisi Januari 6,96 persen.
"Inflasi yang relatif rendah (mild) karena naiknya harga beras, tetapi dapat diredakan dengan penurunan harga komoditas makanan lain dan efek terusan (pass-through effect) pemangkasan harga bahan bakar minyak (BBM) baru-baru ini," kata Aldian Taloputra, dan Leo Rinaldy dari Riset Mandiri Sekuritas yang dipublikasikan, Jumat (27/2).
Menurut riset tersebut, hingga pekan ketiga Februari komponen makanan mentah berkontribusi deflasi 0,18 poin terhadap CPI.
Meskipun demikian, kata riset tersebut, kenaikan harga beras tampaknya tidak diperhitungkan sebelumnya. Harga beras dilaporkan meroket di beberapa daerah termasuk Jakarta, sehingga menaikkan risiko kenaikan harga makanan mentah.
Kenaikan harga beras yang tinggi tersebut membuat pemerintah mengintervensi melalui Bulog, yang melakukan operasi pasar untuk menekan harga pasar dengan cara menjual 21 persen dari cadangan beras 1,4 juta ton dengan harga 30 persen lebih rendah dari harga pasar.
Secara keseluruhan, riset Mandiri memprediksi inflasi sepanjang 2015 akan mendekati 5,1 persen, lebih rendah dari 2014 sebesar 8,4 persen. Bank Indonesia bahkan memprediksi inflasi akan turun di batas bawah dari target 4 persen ± 1 persen sehingga menciptakan ruang untuk menurunkan BI rate sebesar 25 basis point (bps) menjadi 7,5 persen baru-baru ini. "Karena kondisi tersebut, kami masih memprediksi akan ada penurunan BI rate sebesar 25 bps pada kuartal II-2015," kata riset Mandiri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




