Petani Sawit di Mamuju Sulit Cari Pupuk
Rabu, 11 Maret 2015 | 05:46 WIB
Mamuju - Sebanyak 1.000 orang petani sawit di Desa Pontana Kayyang, Kecamatan Budong Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kesulitan pupuk untuk meningkatkan produksi sawitnya.
"Petani sawit sulit mendapatkan pupuk untuk meningkatkan produksi sawitnya karena distributor juga selalu kehabisan stok," kata Kepala Bidang Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP) Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar, Abdul Waris Bestari, di Mamuju, Selasa (10/3).
Ia berharap masalah kelangkaan pupuk tersebut segera diatasi pemerintah karena membuat petani merugi. Lahan sawit yang dikelola 1.000 petani itu sekitar 2.000 hektare.
Menanggapi hal itu Kepala Cabang PT Pertani Provinsi Sulbar, Andi Ilham, mengatakan, PT Pertani sebagai distributor pupuk di Sulbar telah menyediakan stok pupuk sekitar 12.000 ton untuk petani sawit yang tersebar di tiga kabupaten, yaknin Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Polewali Mandar.
Ia mengatakan, kelangkaan pupuk itu akan segera dilaporkan kepada Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Provinsi Sulbar untuk dicari penyebabnya.
"Masalah kelangkaan pupuk harus diselesaikan bersama dan bila ada pelanggaran yang membuat petani kesulitan pupuk akan ditindak sesuai hukum," katanya.
Ia mengatakan, TNI, Polri, dan Kejaksaan telah melakukan kesepakatan dan membuat pakta integritas untuk melakukan pengawasan distribusi pupuk di Sulba
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




