Harga Emas Menguat Jelang Rilis Inflasi AS
Selasa, 14 November 2023 | 09:22 WIB
Chicago, Beritasatu.com - Harga emas naik seiring pelemahan dolar pada Senin (13/11/2023). Penguatan harga emas ini terjadi menjelang rilis data inflasi AS yang akan Selasa (14/11/2023) yang dapat memberikan petunjuk sikap Federal Reserve (The Fed) menentukan suku bunga.
Harga emas naik 0,47% menjadi US$ 1.945 per ons dan harga emas berjangka AS menguat 0,6% jadi US$ 1.950.
Data indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI) sebagai indikasi inflasi AS akan dirilis Selasa. Menurut jajak pendapat Reuters, IHK inti AS diperkirakan meningkat 0,3% pada Oktober (month to month/mtm) dan sebesar 4,1% (year on year/yoy). Selain itu, para investor juga akan mengamati data indeks harga produsen AS yang dirilis Rabu ((15/11/2023).
“Jika data menunjukkan inflasi lebih tinggi dari perkiraan, emas kemungkinan akan turun karena kemungkinan kenaikan suku bunga lebih besar,” kata analis pasar di RJO Futures, Bob Haberkorn.
Namun jika datanya sesuai, emas akan diperdagangkan di kisaran US$ 1.950.
Emas batangan turun hampir 3% pada minggu lalu karena permintaan safe haven yang didorong konflik di Timur Tengah mereda.
Sementara indeks dolar turun 0,18%, membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar AS.
Suku bunga tinggi mengurangi daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Pasar memperkirakan peluang 86% The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Desember.
Adapun Lembaga pemeringkat Moody’s pada Jumat pekan lalu mengubah prospek peringkat pemerintah utang AS menjadi negatif dari stabil.
Sedangkan harga perak di pasar spot bertambah 0,3% menjadi US$ 22,2844 per ons, platinum naik 2,82% menjadi US$ 863,58, dan paladium naik 1,97% menjadi US$ 981.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




