Airlangga Yakin Ekonomi 2023 Tumbuh 5 Persen, 2024 Sebesar 5,2 Persen
Sabtu, 23 Desember 2023 | 08:37 WIB
Jakarta, Bertasatu.com - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi 2023 akan mencapai 5%. Hal ini berdasarkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi dari dalam dan luar negeri.
“Dengan berbagai tantangan, kami optimistis ekonomi Indonesia 2023 tumbuh di atas 5%. Tahun 2024 tumbuh di 5,2% di tengah downside risk yang kita hadapi,” ucap Airlangga dalam seminar nasional “Outlook Perekonomian Indonesia” di St Regis, Jakarta, Jumat (22/12/2023) dikutip Investor Daily.
Dia mengatakan di tengah ketidakpastian global, fundamental ekonomi Indonesia masih tetap terjaga. Ekonomi Indonesia tumbuh stabil di kisaran 5%, di atas pertumbuhan negara maju dan negara berkembang. Namun, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi menghadapi sejumlah tantangan. Dari sisi global, harga komoditas masih tinggi, tensi geopolitik belum reda, dan pengetatan kebijakan moneter negara maju, seperti bunga tinggi yang bisa menekan aliran modal asing.
“Pertumbuhan ekonomi Tiongkok di bawah perkiraan, serta ketahanan pangan dan energi akibat perubahan iklim, ttermasuk di Indonesia,” ungkap Airlangga.
Airlangga mengatakan tingkat inflasi nasional relatif terkendali sesuai target pemerintah yaitu kisaran sasaran 3,0 plus minus 1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi November 2023 secara bulanan mencapai 0,38%. Sementara itu, inflasi tahun ke tahun sebesar 2,86% dan inflasi tahun kalender sebesar 2,19% pada November 2023.
“Tingkat inflasi juga relatif terkendali, Indonesia merupakan salah satu negara yang sudah berhasil mengembalikan inflasi ke target sasaran,” ucap Airlangga.
Sementara itu, rasio utang pemerintah juga terkendali sebesar 38,11% di bawah ambang batas maksimal 60% dan lebih baik dibandingkan negara-negara berkembang lainnya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) jumlah utang pemerintah hingga 30 November 2023 mencapai Rp 8.041,01 triliun dengan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 38,11%. Nilai rasio utang tersebut lebih rendah dibandingkan akhir 2022 dan masih di bawah batas aman 60% PDB.
Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan perekonomian Indonesia tahun 2023 diyakini tetap tumbuh baik didukung oleh permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap tumbuh sejalan dengan keyakinan masyarakat dan berlanjutnya penyelesaian proyek strategis nasional (PSN). “BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2023 berada dalam kisaran 4,5%-5,3%,” tutur Perry.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




